![]() |
| Panen Bayam |
Penyiangan : Kehadiran gulma akan menurunkan produksi bayam 30-65%. Oleh karena itu, harus dilakukan penyiangan. Penyiangan dapat dilakukan dua minggu sekali, atau tergantung banyaknya gulma yang tumbuh. Penyiangan gulma di tepi bedengan dapat dilakukan menggunakan cangkul atau sabit kecil. Namun, gulma yang tumbuh tumbuh di sela-sela tanaman sebaiknya dicabut dengan tangan agar tidak merusak tanaman bayam.
Penjarangan dan penyulaman : Jika saat penebaran benih tidak merata, terjadi pertumbuhan tanaman yang terlalu rapat. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan tanaman karena tanaman saling bersaing satu sama lain. Tanaman akan cenderung tumbuh tinggi, tetapi diameter batang dan daun yang terlalu kecil. Oleh karena itu, perlu dilakukan penjarangan. Kerapatan tanaman diusahakan sekitar 1-2 tanaman per 1 cm panjang alur penanaman. Penjarangan tanaman sebaiknya dilakukan sebelum pemupukan. Caranya adalah tanaman yang paling kecil di alur-alur yang tampak terlalu rapat dicabut. Apabila tanaman bayam dihasilkan dari benih yang disemai, harus dilakukan penyulaman terhadap tanaman yang mati atau terserang penyakit. Caranya dengan mencabut tanaman yang mati atau sakit, kemudian segera dimusnahkan agar tidak menular ketanaman lainnya, kemudian diganti dengan tanaman lainnya yang lebih baru dan sehat. Penyulaman dapat dilakukan semunggu setelah tanam. Pada saat tanaman berumur 3 minggu, sebaiknya diberi tambahan pupuk kadang.
Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman bayam, antara lain sebagai berikut.
Hama
- Ulat daun : Gejala serangan ulat daun adalah terdapat lubang-lubang pada bagian tengah dan tepi daun yang tampak hijau segar. Pada serangan berat, hanya tersisa tulang daunnya. pengendalian ulat daun dilakukan dengan cara memotong daun yang terserang ulat. Jika serangan hebat, dapat digunakan insktisida alami. Pemberian insektisida alami harus dihentikan 14 hari sebelum panen.
- Ulat penggulung daun : Gejala serangan ulat penggulung daun adalah daun berlubang, kemudian menggulung. Pengendalian ulat penggulung daun dapat dilakukan secara manual, yaitu dengan membuang daun yang diserang.
- Belalang : Gejala serangan belalang adalah pada bagian tepi daun yang masih muda terdapat gigitan. Serangan belalang hampir menyerupai serangan ulat daun. Pengendalian belalang dapat dilakukan secara mekanik, yaitu dengan menggoyang-goyangkan daun bayam ke kiri dan ke kanan menggunakan ujung sapu lidi agar belalang beterbangan.
- Kutu daun : Gejala serangan kutu daun adalah daun bayam melengkung dan berpilin. Pada serangan yang sudah berat, daun bayam akan rontok dan pertumbuhan tanaman terhambat. Pengendalian kutu daun dapat dilakukan secara mekanik, yaitu dengan mencabut dan membakar tanaman yang terserang kutu daun.
- Bekicot atau siput : Gejala serangan hama ini adalah pada daun, batang, dan akar bayam terlihat bekas gigitan berlubang-lubang. Di sekitar tanaman yang terserang terdapat kotoran hama berwarna hitam. Serangan hama ini menyebabkan kualitas hasil panen menurun. Pengendalian bekicot dapat dilakukan secara mekanik, yaitu dengan mencari bekicot atau siput dan membunuhnya.
Penyakit
- Penyakit dumping off (rebah kecambah) : Penyakit ini menyerang tanaman bayam muda, ketika benih mulai berkecambah. Gejala serangan penyakit ini adalah pertumbuhan kecambah tidak normal dan batang lemah serta mudah rebah karena akar serta batangnya busuk. Serangan penyakit rebah kecambah juga menyebabkan lapisan korteks akar utama dan pangkal batang membusuk, dan akhirnya tanaman mati. Pengendalian pentakit ini dapat dilakukan dengan memperbaiki saluran drainase pada lahan budidaya sehingga permukaan tanah tidak terlalu lembap dan mencabut tanaman yang terserang parah, kemudian membakarnya agar penyakit tidak menyebar.
- Penyakit karat putih : Gejala serangan penyakit ini adalah bercak-bercak putih agak melepuh pada daun, terutama pada sisi bawah. Jika populasi karat meningkat, dapat menyebabkan terjadinya kerusakan daun. Akibatnya, kualitas panen menurun. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan mencabut tanaman yang sakit dan melakukan peremajaan kembali tanaman jika serangan sudah parah.
- Penyakit virus keriting : Gejala serangan penyakit ini adalah daun menguning, menyempit, mengkerut, menggulung, dan mengecil. Penyakit ini paling banyak menyerang daun muda. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang sakit, kemudian membakarnya agar penyakit tidak menyebar. Sebagai pencegahan adalah melakukan rotasi dengan tanaman yang tidak sefamili dengan bayam. Selain itu, lahan harus bersih dari tanaman-tanaman yang mungkin merupakan inang bagi penyakit ini.
- Penyakit kekurangan mangan (Mn) : Gejala serangan penyakit ini timbulnya bintik-bintik kuning pada tulang daun, tepi daun menjadi keriting, dan pertumbuhan daun menjadi terhambat. Pengendalian dan pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan pemberian zat kapur pada tanah di sekitar tanaman.
Panen dan Pascapanen
Bayam dapat dipanen umur 25-35 hari setelah tanam, yaitu saat tinggi tanaman sekitar 20-30 cm dan belum berbunga. Waktu panen yang paling baik adalah pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak terlalu tinggi. Cara memanen bayam adalah dengan memegang batang bagian bawah, kemudian bayam dicabut hingga ke akarnya. Batang yang ditarik ini harus bagian bawah karena jika ditarik pada bagian atas, batang sering patah menjadi dua. Produksi bayam per hektar dapat mencapai 22.600 kg.
Setelah dipanen, bayam dikumpulkan di suatu tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung. Sinar matahari akan membuat daun layu. Selanjutnya, daun dan akar dari bayam dicuci dengan menggunakan air bersih yang mengalir untuk menghilangkan sisa-sisa tanah, terutama di bagian akar.
Langkah selanjutnya adalah melakukan penyortiran. Bayam yang busuk dan rusak dipisahkan dari bayam yang baik dan segar. Selain itu, bayam yang daunnya besar dipisahkan dari yang daunnya kecil. Kemudian, bayam diikat, bisa dengan ikatan besar-besar atau langsung dengan ikatan seukuran seibu jari.
Untuk memudahkan dalam pengangkutan, bayam yang sudah diikat dimasukkan ke dalam keranjang bambu atau plastik. Sebelum dipasarkan, bayam dapat disimpan di tempat yang teduh. Pada suhu kamar, kesegaran daun bayam hanya bertahan 12 jam. Untuk mempertahankan kesegaran bayam, dapat dengan cara mencelupkan bagian akar bayam ke dalam air atau disimpan di lemari pendingin.
Setelah dipanen, bayam dikumpulkan di suatu tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung. Sinar matahari akan membuat daun layu. Selanjutnya, daun dan akar dari bayam dicuci dengan menggunakan air bersih yang mengalir untuk menghilangkan sisa-sisa tanah, terutama di bagian akar.
Langkah selanjutnya adalah melakukan penyortiran. Bayam yang busuk dan rusak dipisahkan dari bayam yang baik dan segar. Selain itu, bayam yang daunnya besar dipisahkan dari yang daunnya kecil. Kemudian, bayam diikat, bisa dengan ikatan besar-besar atau langsung dengan ikatan seukuran seibu jari.
Untuk memudahkan dalam pengangkutan, bayam yang sudah diikat dimasukkan ke dalam keranjang bambu atau plastik. Sebelum dipasarkan, bayam dapat disimpan di tempat yang teduh. Pada suhu kamar, kesegaran daun bayam hanya bertahan 12 jam. Untuk mempertahankan kesegaran bayam, dapat dengan cara mencelupkan bagian akar bayam ke dalam air atau disimpan di lemari pendingin.

No comments:
Post a Comment