Tuesday, May 28, 2019

KEUNTUNGAN BERBISNIS AYAM KAMPUNG

Berbisnin Ayam Kampung

Ayam kampung sudah mengalami proses domestikasi oleh manusia sejak ribuan tahun yang silam. Ayam-ayam tersebut mrngalami seleksi alam dan menyebar atau bermigrasi bersama manusia, lalu dibudidayakan secara turun-temurun sampai sekarang.

Ayam kampung diperkirakan merupakan keturunan ayam hutan merah dan ayam hutan hijau. Akibat proses budi daya dan perkawinan antar keturunan srcara alam atau liar, serta prngaruh lingkungan yang berbeda-beda maka terbentuklah berbagai macam type ayam dengan beeagam penampilan fisik dan verietas.

Ada ayam yang typenya sebagai petelur, pedaging, aduan, maupun untuk hias, seperti bentuk bulu, bentuk tubuh, maupub suara. Ayam hasil domestik tersebut srbagian besar dipelihara di daerah pedesaan/perkampungan sehingga dikenal dengan sebutan ayam kampung. Ada juga yang menyebutnya dengan nama ayam buras atau ayam ras. Hal ini bertujuan untuk membedakan dengan ayam yang telah mengalami rekayasa genetik.

Ayam kampung di Indonesia menyebar di semua wilayah dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda.

Berbicara modal, yang dibutuhkan untuk memulai berternak ayam kampung relatif kecil, tetapi perputarannya lebih cepat, lahan yang tidak terlalu luas, serta laju pertumbuhan lebih cepat bila dibandingkan dengan ternak lain seperti babi, kambing dan domba. Ayam kampung menjadi penyumbang protein hewani yang cukup tinggi di antara ternak lainnya. Peranannya cukup besar sebagai penyumbang daging murah bagi masyarakat.

Sistem pemeliharaan secara umbaran yaitu ayam diberi pakan seadanya, lalu dilepas untuk mencari makan sendiri dan sore harinya dimasukkan ke kandang.

Dengan cara memelihara tersebut, ayam tidak dapat berproduksi secara optimal. padahal bila ayam kampung dipelihara secara intensif, hasilnya akan jauh lebih baik. Ayam lebih terkontrol kesehatannya, kebutuhan pakan dan pertumbuhan bobot badan dapat tercapai sesuai dengan rencana.

Walaupun saat ini posisi ayam kampung tergeser oleh ayam boiller dari segi kualitas produk, tetapi permintaannya sanfat tinggi. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah restoran maupun rumah makan yang menyediakan aneka olahan makanan tradisional yang bahannya berasal dari ayam kampung. Seiring dengan berubahnya gaya hidup masyarakat kalangan menengah ke atas yang beralih ke kuliner pedesaan. Di samping itu, sebagian masyarakat mulai jenuh dengan masakan yang berasal dari daging ayam boiller yang berasa empuk sehingga tidak dapat sensasinya. Masyarakat hingga kini masih mempercayai daging ayam kampung rasanya lebih gurih dan lezat. Dagingnya agak liat sehingga terasa saat digigit. Kandungan lemaknya rendah dibandingkan dengan broiller dan warna dagingnya tampak eksotik.

Permintaan daging ayam kampung tersebut tidak diikuti dengan peningkatan populasi dan produksi ayam kampung itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh sistem pemeliharaannya yang sebagian besar masih tradisional. Dengan demikian, jalur pemasarannya pun menjadi panjang. Di samping itu, kekurangan ayam kampung lainnya adalah secara alami pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan ayam boiller yang sudah mengalami rekayasa genetik untuk mrnghasilkan daging dalam waktu yang lebih cepat, serta ketersediaan DOC (anak ayam) yang masih terbatas dan kurang berkualitas. Diperkirakan, hanya 40% kebutuhan pasar yang baru terpenuhi.

Keterbatasan populasi ayam kampung diperburuk lagi dengan adanya kasus flu burung yang melanda indonesia. Oleh sebab itu, populasinya menurun drastis dengan adanya pemusnahan masal ayam kampung di pedesaan Ayam tersebut diduga terkena virus flu burung.

Seiring dengan kesadaran masyarakat, pemeliharaan ayam kampung mulai dilakukan secara intensif atau dikandangkan. Hal ini didukung dengan adanya program vaksinasi flu burung yang dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Peternakan yang ada di daerah. Dengan demikian, diharapkan adanya peningkatan populasi ayam kampung.

Melihat fenomena tersebut, usaha ayam kampung sebenarnya masih memiliki prospek cerah. Ayam kampung memiliki kelebihan berikut :

  1. Pemeliharaannya mudah karena tahan pada kondisi lingkungan yang buruk.
  2. Tidak memerlukan lahan yang luas.
  3. Harga jualnya stabil dan relatif lebih tinggi daripada ayam boiller 
  4. Tidak mudah stres dan daya tahan tubuhnya lebih kuat dibandingkan dengan ayam pedaging lainnya.
Untuk memulai usaha pembesaran ayam kampung pedaging bagi pemula dapat dilakukan dengan memelihara beberapa ekor induk ayam kampung. Anak ayam yang dihasilkan dari beberapa ekor induk tersebut dapat dijadikan acuan latihan. Lama-kelamaan akan berkembang menjadi banyak. Bila dikelola dengan baik dengan tujuan komersial, akan mendatangkan kepuasan dari segi ekonomi.

No comments:

Post a Comment