![]() |
| Menanam bibit mangga |
Kalau anda memiliki pekarangan walaupun tidak begitu luas, saya sarankan anda melakukan ini, yaitu berkebun. Kalau anda mau melakukannya dengan penuh kehati-hatian dan tekun maka saya yakin anda akan merasakan hasilnya. Anda harus mau mencari tahu apa yang sebaiknya anda lakukan. Sebaiknya anda mencoba menanam bibit mangga sebagai bentuk usaha sampingan/penghasilan anda.
Kalau anda mengunjungi blog ini, satu langkah sudah anda tempuh. Tinggal bagaimana langkah selanjutnya untuk mencapai keberhasilan.
Penanaman bibit mangga harus dilakukan dengan hati-hati. Ada beberapa macam cara penanaman yang dapat kita lakukan, antara lain :
Menanam bibit putaran
bibit mangga ini, berasal dari tanaman yang ditanam pada bedengan (bukan di pot atau keranjang). Cara mengembalikannya dengan menggali tanah di sekelilingnya, sedalam perakaran yang masuk ke dalam tanah (lebih kurang 50 cm), kemudian bibit diangkat perlahan-lahan sambil memadatkan tanah yang masih menempel di perakaran; selanjutnya diputar perlahan-lahan sambil diangkat sehingga bibit siap untuk ditanam pada tanah pekarangan atau di kebun buah.
Cara menanam yang baik adalah sebagai berikut : Mula-mula tanah hasil galian lubang dicampur dengan pupuk kandang (yang bagus kotoran ayam) yang sudah jadi dengan perbandingan 1:1, kemudian campuran ini dimasukkan ke dalam lubang, kura-kira memenuhi separuh lubang. Sebelum bibit dimasukkan ke tempat penanaman, perakaran harus diatur, supaya tidak berbelit-belit atau terlipat. Sesudah itu sekeliling akar tanaman muda itu ditimbun tanah.
Selanjutnya bibit digerakkan perlahan-lahan turun naik; hal ini dimaksudkan agar tanah masuk di antara akar-akar ini. Setelah itu tanah sisa dimasukkan lagi sehingga lubang terisi penuh, bahkan dibuat agak menjulang ke atas. Cara penanaman ini berlaku untuk areal yang berdekatan dengan lokasi pembibitan, agar tidak mengalami kesukaran dalam pengangkutan.
Pengiriman bibit ke tempat penanaman yang jauh sebaiknya dikirim secara stump, dengan mengurangi percabangan akar dan tidak memakai tanah, kemudian dibungkus sehingga mudah mengirimkannya. Dalam bungkusan ini bibit bisa tahan hidup sampai tiga minggu. Kalau paket sudah dibuka, stump itu harus segera ditanam. Tetapi kalau lubang belum disediakan, padahal bibit terlanjur diangkut, maka tanaman harus diistirahatkan pada lubang tanam sementara. Tanaman ini dimasukkan dan diatur dengan posisi miring ke dalam lubang; akar ditimbun dengan tanah yang selalu dibasahi pada tempat teduh.
Menanam bibit di dalam keranjang (pot)
Bibit dalam keranjang atau pot ini dapat berupa bibit hasil cangkokan atau okulasi, maka harus lebih hati-hati menanamnya, sebab susunan akarnya masih lembut dan lemah. Sebelum bibit ditanam harus disiapkan lubang terlebih dahulu. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama 2-3 minggu. Sesudah itu lubang baru ditutup kembali dengan tanah yabg dicampur pupuk kandang. Penutupan lubang harus penuh, dan bahkan sampai meluap dengan bentuk yang cembung. Sementara menunggu lybang dibuka kembali, bibit ditempatkan pada tempat yang teduh dan terlundungi dari sengatan matahari dan hujan, sekaligus untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.
Setelah semuanya siap, lubang lubang dibuka kembali dengan kedalaman 20-30 cm, lebar 30x30 cm, kemudian bibit beserta keranjang dimasukkan ke dalam lubang ini.
Sebelum bibit dalam keranjang ditimbun tanah, keranjang harus diiris dam dibuang. Pengirisan keranjang harus dilakukan dengan hati-hati, supaya tanah tidak banyak yang pudar, kemudian tanah diratakan. Kedalaman penanaman bibit ini hanya sampai leher akar saja, yaitu batas antara pangkal akar dengan batang di atasnya; batang di atas pangkal pohon itu jangan sampai tertimbun.
Maksud penanaman bumbunan yang agak tinggi ialah untuk menghindarkan agar tanah itu jangan turun. Sebab jika tanah turun pada saat hujan akan menimbulkan genangan air, yang mengakibatkan bibit penyakit mudah berinfeksi pada tanaman. Setelah tanah di sekitar batang tanaman tertimbun rata, kemudian tanah dipadatkan dengan diinjak-injak dengan kaki, tetapi jangan terlalu dekat dengan batang, sebab akan merusak perakaran. Jika sesudah bibit selesai ditanam, tetapi tidak ada hujan, sebaiknya dilakukan penyiraman supaya batang tidak terlalu banyak bergerak akibat angin, maka di sisi kanan kiri diberi tonggak menyilang.
Setelah semuanya siap, lubang lubang dibuka kembali dengan kedalaman 20-30 cm, lebar 30x30 cm, kemudian bibit beserta keranjang dimasukkan ke dalam lubang ini.
Sebelum bibit dalam keranjang ditimbun tanah, keranjang harus diiris dam dibuang. Pengirisan keranjang harus dilakukan dengan hati-hati, supaya tanah tidak banyak yang pudar, kemudian tanah diratakan. Kedalaman penanaman bibit ini hanya sampai leher akar saja, yaitu batas antara pangkal akar dengan batang di atasnya; batang di atas pangkal pohon itu jangan sampai tertimbun.
Maksud penanaman bumbunan yang agak tinggi ialah untuk menghindarkan agar tanah itu jangan turun. Sebab jika tanah turun pada saat hujan akan menimbulkan genangan air, yang mengakibatkan bibit penyakit mudah berinfeksi pada tanaman. Setelah tanah di sekitar batang tanaman tertimbun rata, kemudian tanah dipadatkan dengan diinjak-injak dengan kaki, tetapi jangan terlalu dekat dengan batang, sebab akan merusak perakaran. Jika sesudah bibit selesai ditanam, tetapi tidak ada hujan, sebaiknya dilakukan penyiraman supaya batang tidak terlalu banyak bergerak akibat angin, maka di sisi kanan kiri diberi tonggak menyilang.

No comments:
Post a Comment