Program kesehatan yang bersifat pencegahan adalah pemberian vitamin dan antibiotik pada ayam melalui vaksin. Pada ayam kampung, vaksinasi dilakukan untuk mencegah penyakit virus. Karena, ayam kampung juga rentan terhadap serangan virus. Vaksin diberikan untuk mencegah prnyakit yang sering menyerang dan bersifat patogen digunakan untuk merangsang timbulnya kekebalan terhadap suatu penyakit, lalu menetralisir agen penyakit yang masuk ke dalam tubuh ayam kampung. Ada dua macam vaksin, yaitu sebagai berikut.
- Vaksin aktif, berisi mikroorganisme agen penyakit dalam kradaan masih hidup, tapi sudah dilemahkan. Vaksin aktif biasanya diberikan dengan cara diteteskan dan melalui air minum.
- Vaksin inaktif, berisi mikroorganisme agen penyakit dalam keadaan mati yang dikemas dengan adanya tambahan oil adjuvant. Vaksin inaktif biasanya diberikan dengan cara penyuntikan.
Tetes mata, hidung, atau mulut
- Buka kemasan vaksin, masukkan cairan pelarut ke dalam botol vaksin 1/2-nya. Kocok perlahan sampai tercampur rata, usahakan jangan berbuih.
- Vaksin dan cairan pelarut yang sudah tercampur di dalam botol vaksin kemudian dimasukkan krmbali ke botol pelarut. Kocok lagi perlahan sampai tercampur merata.
- Buat sekatan untuk memisahkan ayam yang sudah divaksin dengan yang belum. Giring ayam ke dalam sekatan, lakukan tetes mata, hidung, atau mulut sebanyak satu tetes. Jangan tergesa-tergesa sampai vaksin betul-betul masuk.
- Pada saat vaksinasi, hindari kondisi panas. Waktu yang baik untuk vaksin adalah pagi atau sore hari.
Air minum
- Sediakan galon minum secukupnya supaya ayam dapat minum semuanya tanpa berdesakan dan habis dalam 2 jam.
- Sebelum divaksin, puasakan ayam terlebih dulu selama 2 jam agar merasa haus.
- Siapkan air yang sudah dicampur dengan susu skim pada ember. Susu skim fungsinya untuk efektivitas kerja vaksin dan memperpanjang umur vaksin.
- Buka tutup botol vaksin, masukkan air ke dalam botol vaksin 1/2-nya, lalu kocok perlahan sampai tercampur rata.
- Masukkan vaksin yang sudah larut dan tercampur tersebut ke dalam ember, aduk sampai larutan vaksin tercampur, lalu bagi kr dalam masing-masing galon air minum 1/4-nya dan diberikan ke ayam.
Cara suntik
- Alat suntik harus disterilkan lebih dahulu dengan cara direbus air mendidih selama 30 menit, lalu dinginkan.
- Kocok botol vaksin sampai terlihat homogen, tusukkan jarum pada penutup botol vaksin sebagai lubang udara. Kemudian, tusukkan ujung selang ke tutup botol, atur dosis yang dianjurkan.
- Buat sekatan untuk memisahkan ayam yang sudah disuntik, giring ayam dan lakukan penyuntikan dengan hati-hati.
Cara penyuntikan ada dua, yaitu sebagai berikut.
- Secara subcuttan, yaitu penyuntikan di bawah kulit pada leher bagian belakang sebelah bawah. Arah jarum suntikan dari atas kepala ke arah punggung ayam.
- Secara intramuscular, yaitu penyuntikan pada otot dada atau paha. Arah jarum suntikan sejajar dengan dada atau paha kr arah jantung.
Cara tusuk sayap
- Jarum penusuk disterilkan lebih dulu sebelum digunakan
- Larutkan vaksin
- Buat sekatan agar tidak tercampur antara ayam yang sudah divaksin dengan yang belum, lalu giring ayam ke dalam sekatan
- Rentangkan sayap ayam, lihat kulit yang tidak ada pembuluh darahnya
- Celupkan jarum penusuk ke dalam botol larutan vaksin, lalu tusukkan ke daerah sayap tadi
- Vaksin dengan cara tusuk sayap hanya dilakukan untuk vaksin cacar. Vaksin yang berhasil yaitu bila dalam waktu 6-8 hari ada pembengkakan pada bekas tusukan. Apabila tidak ada pembengkakan, harus diulangi lagi.
Supaya dalam pelaksanaan vaksinasi tidak mengalami kegagalan, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.
- Pilih vaksin yang berkualitas dan belum kadaluarsa.
- Vaksin harus disimpan pada suhu 2-8 derajat C.
- Vaksin tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
- Jaga kebekuan (dalam kondisi beku kering)
- Jangan membuka tutup wadah apabila belum siap digunakan.
- Campurkan vaksin sesegera mungkin bila akan digunakan.
- Lakukan vaksinasi dengan waktu, umur, dan dosis yang tepat.
- Ikuti petunjuk dan prosesurnya.
- Jangan terburu-buru dalam melakukan vaksinasi.
- Vaksin harua tercampur arcara merata (homogen).
- Air yang digunakan harus bebas dari logam berat (iseng, timah, dan air raksa), desinfeksi, kaporit, dan detergen lainnya.
- Ayam yang akan divaksin harus dalam keadaan sehat dan tidak stres.
- Keadaan nutrisi ayam cukup baik, sanitasi kandang dan lingkungan juga baik.
- Peralatan untuk vaksinasi dalam keadaan baik dan steril.
Tabel Vaksinasi pada pembesaran Ayam Kampung
Umur Ayam (haru) > Jenis Vaksin > cara
1 hari > ND Hitchner > Tetes mata
4 hari > ND inaktif > Suntik subcuttan
8 hari > Gumboro B > Tetes mulut
18 hari > Gumboro A > Tetes mulut atau minum
25 hari > Cacar > Tusuk sayap
30 hari > Al > Suntik intramuscular

No comments:
Post a Comment