Wednesday, April 24, 2019

JENIS PAKAN AYAM KAMPUNG


Pakan akan diberikan kepada ayam tidak boleh diabaikan. Hal ini karena pakan merupakan aspek yang vital bagi kehidupan ayam. Tanpa adanya pakan yang tercukupi kebutuhan nutrisinya maka pertumbuhan ayam kampung akan terganggu. Sama halnya dengan ayam kampung yang dipelihara dengan cara tradisional atau umbaran.

Pakan untuk pembesaran
Seperti diketahui dalam segitiga produksi peternakan, pakan menempati 70% dari biaya produksi. Oleh sebab itu, peternak ayam kampung harus memperhitungkan dengan cermat dalam menentukan penggunaan pakan. Dengan demikian, tidak akan terjadi pemborosan biaya. Peternak dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas pakan yang dibutuhkan oleh ayam kampung. Untuk memperoleh keuntungan ekonomis, penggunaan maupun pemberian pakan didasarkan atas kebutuhan akan nutrisi. Hal ini dilakukan agar penggunaan pakan menjadi optimal. Kebutuhan nutrisi untuk pembesaran ayam kampung dapat dilihat sebagai berikut.
Fase Pemeliharaan>Protein (%)>Energi (kkal/kg)
Brooding (1-14 hari)>22*>3.050*
Strarter (15-30 hari)>20*>3.100*
Grower (31-60 hari)>19**>2.900**
Finish (60 hari lebih)>16-18**>3.000**
*    : pabrik pakan sierad produce.Tbk
**  : Thamrin N dan Nurrohman S (1997)

Pakan yang efisien, baik dari segi harga maupun kualitas, akan berpengaruh terhadap keuntungan peternak. Hal ini karena harga akan mempengaruhi komponen biaya yang dikeluarkan untuk pembesaran. Kualitas pakan berpengaruh terhadap nilai konversi pakan, yaitu banyaknya pakan yang dikonsumsi untuk menjadi bobot badan ayam. Oleh sebab itu, peternak perlu memikirkan akan menggunakan pakan dari pabrik atau meramu pakan sendiri.

Bila membeli pakan semuanya dari pabrik, kualitasnya terjamin. Namun, biayayang dikeluarkan akan lebih mahal. Jika meramu pakan sendiri, peternak harus mempunyai pengetahuan tentang bahan pakan dan cara penyusunannya. Ketersediaan bahan baku yang kontinyu juga perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, meramu pakan untuk pembesaran ayam kampung merupakan salah satu ketrampilan bagi peternak yabg harus dikuasai.

Konsumsi pakan untuk pembesaran ayam kampung dapat dilihat pada tabel. Adapun pakan yang digunakan untuk pembesaran ayam kampung adalah sebagai berikut.

Umur (minggu)>>Konsumsi Pakan (gram/ekor/minggu)>>Berat Badan (gram/ekor)
1>>50>>80
2>>90>>120
3>>160>>210
4>>200>>280
5>>260>>350
6>>290>>460
7>>340>>520
8>>390>>590
9>>440>>640
10>>480>>700
11>>530>>760
12>>590>>810

Pakan untuk ayam kampung pada brooding, yaitu umur 1-14 hari, menggunakan pakan BR 1. BR1 mengandung protein tinggi 22% serta vitamin dan mineral yang lengkap. Periode ini merupakan masa kritis bagi anak ayam karena perubahan pertumbuhannta yang sangat cepat. Oleh karena itu, dibutuhkan pakan yang mempunyai nutrisi yang lengkap. Tujuannya untuk mengimbangi laju pertumbuhan yang cepat. Disamping itu, untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak ayam serta menurunkan tingkat stres dan menahan serangan penyakit.

Pakan untuk periode starter, umur 15-30 hari, menggunakan pakan BR2 dengan protein 20% serta mengandung vitamin dan mineral yang lengkap. Penggunaan pakan dengan protein yang masih tinggi ini karena ayam masih pesat laju pertumbuhannya.

Pakan untuk periode grower umur 31-60 hari menggunakan pakan campuran konsentrat atau meramu pakan sendiri. Yang penting adalah pakan mengandung protein 19% dan energinya 2.900 kkal/kg.

Pakan untuk finisher umur 60 hari atau lebih menggunakan pakan campuran atau lebih efisien dengan meramu pakan sendiri, kandungan proteinnya adalah 17-18% dan energinya 3.000 kkal/kg pakan.   

Mencampur dan meramu pakan sendiri
Penggunaan pakan untuk pembesaran ayam kampung adalah dengan pakan pabrik, mencampur, dan meramu pakan sendiri. Untuk pakan dari pabrik, penggunaanya langsung diberikan ayam. Untuk pakan yang diramu dan dicampur, ada hal yang harus diperhatikan supaya kandungan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh ayam berdasarkan fase pemeliharaan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

  1. Kandungan nutrisi bahan yang akan dijadikan campuran atau untuk meramu pakan.
  2. Ketersediaan bahan yang kontinu dan kualitasnya stabil.
  3. Bahan tersebut tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia.
  4. Harga bahan baku relatif murah dan terjangkau.
Mencampur pakan
Bahan yang digunakan untuk mencampur pakan adalah konsentrat broiler atau konsentrat petelur, jagung, dan dedak (bekatul). Disarankan untuk sususan pakan campuran, jagung yang digunakan antara 40-45%. 

Contoh perhitungan kebutuhan nutrisi pakan kampung periode grower dengan protein 19%. Untuk mencampur ketiga bahan tersebut maka perlu diingat jagung proteinnya 9% dan bekatul 10,2%. Konsenteat yang digunakan adalah konsentrat petelur dengan kandungan protein 34%. Hasil perhitungannya.

Konsentrat   40% x 34% = 13,6
Jagung.          45% x 9,0% = 4,0
Bekatul.         15% x 10,2%= 1,5  +
_______________________________
                        100%                19,1
Jadi bahan yang digunakan untuk mencampur pakan per 100 kg pakan adalah konsentrat 40 kg, jagung 45 kg, dan bekatul 15 kg.

Meramu pakan
Untuk meramu pakan, ada beberapa metode yang digunakan antara lain metode trial and error (pendugaan), metode bujur sangkar pearson (pearsons square), dan metode aljabar. Sebagai contoh meramu pakan untuk periode finisher yang mengandung protein 18%. Hal yang pertama kali dilakukan adalah mencari bahan pakan yang ada di sekitar kita dan melimpah dengan harga murah. Langkah selanjutnya, kita lihat daftar analisis kadar bahan pakan dan batas maksimal penggunaan untuk meramu pakan. Kemudian dengan cara trial and error, yaitu mencoba menyusun beberapa bahan pakan yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga kita dapatkan susunan sebagai berikut.

Jagung.                            40 kg x 9,0% = 3,6%
Bekatul.                           15 kg x 10,2  = 1,53%
Sorghum.                         5 kg x 11,0% = 0,55%
Tepung gaplek                10 kg x 1,5% = 0,15%
Tepung daun singkong  5 kg x 29,0% =1,45%
Tepung tulang.                2 kg x 12,0% = 0,24%
Tepung daun lamtoro   5 kg x 23,2% = 1,16%
Tepung bekicot.              5 kg x 60,9% = 3,04%
____________________________________________+
Total 87 kg.                                           = 11,72%
    


No comments:

Post a Comment