Labels

Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Wednesday, June 5, 2019

CARA MEMBANGKITKAN INNER BEAUTY


Cara agar kita bisa menampilkan inner beauty
  1. Berpikiran positif dan tidak menyesali keadaan : Berfikir positif terhadap segala sesuatu serta tidak menyesali suatu keadaan merupakan salah satu kunci seseorang untuk mendapatkan kesehatan secara batin. Selain itu, berfikiran positif doyaqini dapat membuat wajah lebih bersinar karena yang ada di dalam hati dan pikiran terpancar melalui wajah dan mata. Dengan kondisi tersebut kita dapat merasakan kenyamanan hidup, karena sistem syaraf pada tubuh kita bekerja dengan seimbang. Kita juga jangan menyesali suatu keadaan. Entah merasa diri kita terdapat kekurangan, lebih baik berfikir bahwa menusia memiliki kekurangan dan juga kelebihan. Dengan pikiran positif maka pancaran aura yang keluar dari tubuh kita juga akan membuat orang di sekitar kita menjadi terkesima. Karena energi yang keluar adalah energi positif. Sudah pasti ada perbedaan antara seseorang berpikir positif dengan yang berpikir negatif. Wanita kita perlu menyadari hal tersebut. Sadarilah bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang terbaik.
  2. Tampil percaya diri : Apapun kondisi kita, tampil percaya diri dapat membuat penampilan kita akan menjadi semakin berbeda dengan penampilan sebelumnya. Sesuatu pancaran aura positif akan tertampak pada diri kita. Lebih mantaplah dengan kondisi tersebut. Tak perlu adanya sikap adanya sikap mali-malu, minder, atau jenis-jenis penyakit perusak PD yang lainnya. Sekali lagi, tampillah percaya diri dengan kondisi kita, langkah kita, serta tujuan kita. Wanita adalah bunga bagi seorang pria. Mempunyai keindahan tersendiri di depan seorang pria.
  3.  Mengendalikan stres : Jika pikiran kita tegang dengan permasalahan-permasalahan hidup yang kita alami, sebisa mungkin kendalikan diri kita agar tidak terjangkit stress. Ketegangan, tidak tenang, stress dapat memberikan tanda buruk pada penampilan kita. Wajah kita terlihat lebih kerut, tidak bahagia, lelah dan sebagainya. Apakah kita mau mempertahankan kondisi seperti ini. 
  4. Selalu semangat saat menghadapi cobaan : Saat kita mendapat masalah atau cobaan, milikilah sikap antusias, tetap aemangat dalam menghadapi masalah tersebut. Cari cara memecagkannya. Jangan kita bersikap peaimis. Karena hal tersebut dapat mendatangkan energi buruk hingga dapat menggerogoti semua yang ada dalam diri kita. Aura kecantikan kita juga akan memudar. Jika kita masih memiliki semangat, maka gairah hidup dalam diri kita terus menyala-nyala.
  5. Perlunya manajemen hati : Manajemen hati dapat berupa rasa syukur, atau pun sikap yang dapat membantu kita terhindar dari penyakit-penyakit hati. Seperti rasa benci, dengki, iri, serta penyakit hati yang lainnya. Yang semua itu akan lebih memperburuk kondisi batin kita. Rasa syukur akan membuat batin terasa lebih tentram. Biasakan juga mengulurkan bantuan dengan ikhlas bagi orang yang membutuhkan. Seperti halnya aura yang terpancar dari tubuh kita juga menunjukkan aura negatif. Selain itu, sifat-sifat tersebut juga akan mendatangkan kerugian bagi diri kita sendiri. Jadilah wanita yang enak dilihat mata juga enak dirasa hati. Itulah kecantikan yang alami.
  6. Melakukan pola hidup sehat : "Pada tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Sebuah pepatah yang perlu kita renungkan. Keaehatan sangatlah barharga. Dimana seseorang dalam kondisi tidak sehat maka aura yang memancar dari tubuhnya sangatlah keruh warnanya. Sehingga dalam hidup seorang wanita tidak akan menunjukkan aura kecantikan sama sekali. Untuk itu kita harus menjaga kesehatan kita dengan sebaik-baiknya. Jika tubuh kita sehat maka jiwa kita pun menjadi kuat. Jiwa dalam diri kita mengandung energi yang sangat luar biasa. Inner beauty seseorang sangat dipengaruhi keaehatan seseorang tersebut. Biasakan kehidupan kita selalu mengutamakan pola hidup sehat. Mulai dari olah raga, makan makanan yang bergizi sehat, istirahat yang cukup dan pola hidup sehat yang lainnya. Jika hal tersebut terpenuhi, tubuh kita akan terasa segar. Energi dalam tubuh kita juga memancar dengan kuat. Sehingga kecantikan dari diri kita pun akan tampak. 
  7. Mengasah kemampuan intelektual : Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas akan membuat seorang memiliki nilai tambah tersendiri. Dengan kita memiliki hal tersebut inner beauty dalam tubuh kita menjadi lebih sempurna. Selalu menambah pengetahuan dalam diri kita. Bisa dengan cara membaca-baca buku positif, mengikuti seminar, serta pendidikan-pendidikan yang bersifat membangun intelktual kita. 
  8. Tersenyumlah : Satu hal yang tidak boleh terlupakan. Tersenyumlah karena senyum yang tulus dapat meluluhkan ketegangan jiwa dan membuat wajah lebih bersinar. Berdasarkan penelitian, jika kita tersenyum maka syaraf-syaraf pada wajah mulai meregang. Seseorang yang tersenyum aura kebahagiaan, kesenangan, serta kepribadian yang ramah akan tampak pada diri orang tersebut. Dengan sikap seperti itu kita dapat diterima dalam masyarakat manapun. Kecantikan dalam diri kitajuga akan terlihat bercahaya.

Monday, May 13, 2019

MENGETAHUI KODAM DAN QORIN KITA

Khodam
Khodam berasal dari bahasa arab yang arti katanya adalah "pembantu", pelayan. Kalau secara istilah di alam gaib, khodam sering diartikan sebagai "prngawal", pembantu atau pun perewangan. Konon khodam terdiri atas malaikat dan jin. Orang biasa memiliki khodam dari golongan jin. Aementara khodam yang berupa malaikat hanya untuk orang istimewa, yakni orang yang dekat dengan Allah SWT. 

Khodam tugasnya membantu orang yang diikutinya. Dia bisa dipanggil, bisa pula datang sendiri. Jadi sedikit berbeda dengan qorin.

Khodam yang dipanggil dan dimintai bantuan ternyata harus ada bayaran tertentu yang harus diberikan oleh manusia yang dibantu oleh khodam tadi. Tentu saja bayarannya bukan berupa uang ataupun harta benda lainnya.

Nah disinilah titik yang tidak sesuai dengan koridor agama islam. Ada perjanjian dengan khodam, dengan jin. Dan ini cenderung menyimpang dari syariat islam.

Qorin
Setiap manusia mempunyai dua macam qorin. Keduanya adalah qorin yang baik dan qorin yang buruk. Qorin yang baik berasal dari pancaran "nur Ilahiyah" sebagai awal dari pembentukan unsur ruh dalam diri kita. Biasanya kita menyebutnya sebagai bisikan malaikat. Sementara qorin yang buruk berasal dari "hawa nafsu" yang memang ditugaskan untuk menjerumuskan kita ke dalam jurang kesengsaraan. Untuk yang ini kita biasa menyebutnya sebagai bisikan setan/iblis.

Maka pada umumnya dijelaskan bahwa setiap manusia memiliki qorin. Qorinnya sendiri terdiri atas jin dan malaikat. Qorin yang berasal dari golongan jin mengajak kepada kejahatan, sedangkan qorin yang berasal dari golongan malaikat mengajak k3pada kebaikan.

Coba anda ingat-ingat ketika anda sedang mengalami pergolakan batin saat menghadapi suatu pilihan yang membuat anda bimbang, tidaklah tiba-tiba terasa dalam diri anda makhluk yang membisikkan sesuatu untuk memilih pilihan tertentu?

Atau saat azan berkumandang dan anda sedang suntuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Saat mendengar azan, dalam benak anda seketika bisa muncul niatan untuk segera meninggalkan pekerjaan, lalu menunaikan ibadah sholat tepat waktu. Tapi mendadak pada saat yang sama seakan ada bisikan lain yang tak kalah kencang, "Nanti saja! Selesaikan pekerjaan dulu! Percuma kalau sholat sekarang. Kamu tidak akan khusuk sebab ingat pekerjaan yang belum kamu selesaikan."

Itulah bisikan-bisikan yang akan menyesatkan anda. Dan apakah anda mampu menyingkirkan bisikan-bisikan itu? Wa Allah huallam

Tugas utama Qorin kita
Lalu apa tugas pokok qorin kita? Qorin kita baik yang merupakan qorin dari golongan jin atau setan,maupun qorin yang berasal dari golongan malaikat, bertugas sebagai pembisik. Qorin dari golongan jin dan setan akan senantiasa membisik-bisiki kita untuk berbuat jahat. Di sisi sebaliknya, qorin dari golongan malaikat selalu membisiki kita untuk berbuat kebaikan dan ketaatan.

Abdullah bin Mas'ud berkata, "Rosulullah SAW bersabda, Sesungguhnya syaitan itu melakukan bisikan sebagaimana malaikat juga lakukan. Adapun bisikan syaitan, inyinya mengajak untuk berbuat keburukan dan mendustakan yang haq. Sedangkan bisikan malaikat, intinya mengajak untuk berbuat kebaikan dan membenarkan yang haq. Barang siapa menjumpai pada dirinya (ajaran kebenaran), hendaklah ia memuji Allah SWT (bersyukur), dan barang siapa menjumpai sebaliknya (bisikan kejahatan), hendaklah ia berlindung kepada Allah SWT dari godaan syaitan. Lalu beliau membaca ayat, "syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan...." (Q.S. al-Baqoroh : 268) (H.R Tirmidzi, 2988, an-Nasa'i, No. 11051, dan Ibnu Hibbah, No.988).

Oleh karena itu, kita harus ekstra waspada akan hadirnya bisikan was-was qorin jin. Demikian juga kita tidak boleh lengah terbuai oleh bisikan jahat yang muncul daro syaitan, setan, yang berbentuk manusia. Sekalipun bentuknya itu merupakan manusia yang rupawan. Yang pasti, kedua bisikan tersebut sama-sama berbahayanya dan sama-sama membikin kita celaka. Baik celaka di dunia maupun di akhirat.  Itulah sebabnya Allah SWT mengingatkan agar kita banyak memohon perlindungan kepada Nya dari bisikan jahat syitan yang berbentuk jin atau manusia. Sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah SWT, Q.S an-naas ayat 1-6.

Ibnu Katsir menyatakan dalam kitabnya, saat menafsirkan Q.S an-naas tersebut - bahwa yang dimaksud dengan "al waswasul khonas" dalam surat an-naas adalah syaitan yang disertakan kepada manusia. Karena tidak seorang pun dari keturunan nabi Adam kecuali ia memiliki qorin. Qorin itulah yang menghiasi keburukan dan kekejian, dan tidak seorangpun yang selamat darinya kecuali mereka yang dilindungi oleh Allah SWT (tafsir Ibnu Katsir : 4/575). 

MENYIBAK TABIR TIGA BAGIAN ALAM GAIB


Di dalam buku Menyibak Tabir Alam Ghaib yang disusun oleh M. Iqbal Haetami, dikatakan bahwa ada tiga bagian alam ghaib yaitu :
  1. Gaib Indrawi
  2. Gaib Lintas Indrawi
  3. Gaib Mutlak
Gaib Inderawi
Gaib Indrawi adalah segala sesuatu yang tidak dapat ditangkap oleh indera kita. Gaib inderawi ini pun mungkin bisa gaib bagi seseorang, sedangkan bagi orang yang lainnya tidak; bergantung waktu dan tempatnya. Misalnya anak kita sedang bermain-main di halaman rumah, sementara kita asyik bekerja di dalam rumah. Kebetulan posisi bermain anak kita tidak bisa kita intip melalui jendela yang terletak di dekat ruang kerja kita. Nah, ini berarti permainan apa saja yang dilakukan oleh anak kita merupakan hal gaib bagi kita; sedangkan baginya, tentu saja bukan gaib.

Contoh yang lainnya : seorang anak yang cerdas, pintar, rajin belajar mampu menjawab dengan benar soal-soal ujian yang sukar dan rumit. Padahal soal-soal ujian itu belum pernah diajarkan sekalipun oleh gurunya. Apa penyebabnya ? Tak lain dan tak bukan, sebab anak tersebut rajin belajar dan membaca. Jadi, pengetahuannya luas dan jauh mendahului/melampaui teman-teman sekelasnya.

Sebaliknya bagi teman-teman sekelasnya, soal-soal yang sukar dan rumit itu boleh saja dibilang gaib. Mengapa ? Sebab mereka buta sama sekali tentangnya; soal-soal ujian itu terasa "gelap sekali" di mata mereka. Mereka tak punya bahan refrensi apa pun di otak mereka untuk menjawabnya.

Demikianlah, realitas pun bila tidak diketahui oleh manusia rupanya bisa dikatakan sebagai sesuatu yang gaib. Al Quran dengan gamblang menyebutkan bahwa kunci segala soal kegaiban ada di tangan Allah SWT. Sebagai makhluk Nya yang paling mulia, manusia sungguh memiliki banyak keterbatasan. Sepintar apa pun seorang manusia, tetap tidak akan mampu mengetahui semua hal (realitas) nyata yang terjadi di muka bumi ini.

Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Q.S. al-An'am ayat 59, "Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

Gaib Lintas Inderawi
Dalam uraian terdahulu telah disinggung tentang pancaindera dan indera keenam. Bahwa tidak setiap manusia punya kemampuan untuk melihat dan merasakan sesuatu yang gaib-gaib. Oleh karena itu, orang yang dapat melihat alam gaib beserta segenap kehadiran makhluk-makhluk gaibnya disebut memiliki indera keenam (Memang sih, hal ihwal indera keenam masih menjadi pro kontra di kalangan para ahli; tapi di tulisan ini kita sepakat saja dalam indera keenam. Bahwa indera keenam memang ada).

Dengan kata lain, indera keenamlah yang memungkinkan seseorang bisa menangkap fenomena alam gaib. Inilah yang dimaksud dengan gaib lintas inderawi. Sementara indera keenam bisa dimiliki seseorang secara alami atau sebab diasah.

Allah SWT memang maha besar, Maha Kaya ilmu sekaligus Maha Berbagi akan segala ilmu yang dimiliki-Nya. Maka orang-orang yang bersedia susah-payah untuk mempelajari sesuatu (suatu ilmu) pasti akan diberi-Nya kemampuan. Namun, sudah pasti kemampuan yang diberikan itu dalam batas-batas dan kapasitas tertentu. Tak terkecuali orang-orang yang rela bersusah-payah melakukan olah batin.

Mereka yang suka melakukan olah batin akan makin terasah indera keenamnya. Terlebih mereka yang pada dasarnya sudah memiliki "bakat istimewa" tersebut. Begitulah adanya. Orang-orang yang rutin melakukan olah batin pada akhirnya sangat mungkin dapat mengetahui sesuatu di luar jangkauan pancainderanya. Bahkan konon, ada pula yang bisa menembus dimensi ruang dan waktu (sebagai contoh, ada orang yang rohnya jalan-jalan hingga ke Australia sementara jasadnya wadah-nya atau tubuhnya tetap di rumah).

Selain melalui olah batin (sehingga menajamkan indera keenam), gaib lintas inderawi bisa juga terjadi melalui pemberitaan makhluk gaib. Yang dimaksud disini adalah makhluk nonmateri; sebagai lawan dari makhluk materi, yakni manusia. Misalnya jin, malaikat, iblis, siluman dll.

Gaib Mutlak
Gaib mutlak sama sekali tidak diketahui oleh makhluk. Gaib mutlak betul-betul hanya diketahui oleh Allah SWT semata. Malaikat, jin, apalagi manusia, sama sekali tidak bisa mengetahuinya.

Gaib mutlak inilah yang merupakan gaib yang sesungguhnya. Sementara gaib yang pertama dan gaib yang kedua bolehlah dibilang sebagai kegaiban semu, pseudo-gaib. Mengapa? Sebab dua kegaiban tersebut masih bisa diketahui oleh manusia. Baik melalui olah batin maupun melalui pemberitaan makhluk nonmateri.

Bagaimana halnya dengan malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu (menemui) para nabi dan Rosul? Hal itu terjadi semata-mata sebagai suatu mukjizat dari-Nya atas status kenabian atau kerasulan mereka. Sekaligus juga untuk menunjukkan kebenaran ajaran yang mereka bawa. Bahwa ajaran tersebut benar-benar bersumber dari Allah SWT, Zat yang Maha Mengetahui segala yang gaib. 

Saturday, May 4, 2019

MISTERI ALAM GAIB


Kata misteri alam gaib begitu menggoda selera imajinasi kita. Kata "misteri" saja sudah menimbulkan selera. Apalagi ditambahi frase "alam gaib". Pastilah akan makin menimbulkan selera kita untuk mengikutinya.

Banyak orang ingin tahu seluk-beluk alam gaib, yang sejujurnya sering kali mereka rasakan menebar keseraman. Maklumlah orang-orang itu kan cenderung membayangkan wajah menakutkan si hantu beserta kronu-kroninya ketika mendengar kata "alam gaib". Wajar saja bila imajinasi mereka serta merta lari ke yang seram-seram.

sebagai contoh, aebelum membahas mengenai alam gaib, mari kita adakan survey kecil-kecilan. Apa yang terlintas di benakmu jika mendengar orang mengatakan "Misteri Alam Gaib?". Rata-rata jawaban mereka mengacu kepada setan, hantu, tuyul dan makhluk semacamnya.

Berdasarkan pertanyaan-jawaban tadi mereka akhirnya dapat diambil kesimpulan, ternyata pemahaman mereka tentang alam gaib cenderung mengarah pada pemahaman sempit, yaitu pada dunia hantu semata.

Yang lebih parah adalah mereka yang sinis terhadap hantu, sementara hal ini hantu dianggap mewakili makhluk penghuni alam gaib. Bagi seorang  seorang muslim mempercayai yang gaib merupakan bagian dari iman.

Sementara di sisi lain, banyak orang yang mengaku orang pintar yang menawarkan produk alam gaib misalnya, santet, pengasihan, penglaris dan sebagainya. Dan ini sungguh menyesatkan bagi kaum muslim.

Kita wajib berhati-hati. Perbincangan terkait misteri alam gaib kelihatannya sepele. Bahkan, sebagian dari anda mungkin ada yang bilang bahwa perbincangan hal-hal semacam ini terkesan mengada-ada. Tapi faktanya, berdasarkan apa yang ada di masyarakat terbukti kalau masih banyak yang gagal faham mengenai alam gaib.

Karena rasa penasaran atau bagaimana, orang-orang banyak yang serius ingin tahu ini bahkan ada yang getol melakukan olah batin. Tak enggan pula mereka keluar uang sekian juta rupiah sebagai mahar untuk belajar hal yang gaib-gaib. Waktu dan tenaga pun tak berat mereka luangkan guna mempelajari ilmu gaib secara mendalam. Entah apa pun alasan, motivasi, dan tujuannya.

Sementara di sisi lainnya lagi, ada orang-orang yang "berbakat" untuk melihat alam gaib beserta penghuninya, tapi mereka ini justru tak enjoy dengan bakat tersebut. Mereka tidak merasa antusias dengan kemisteriusan alam gaib. Yang mereka inginkan hanyalah hidup tenang tanpa harua melihat hal yang aneh-aneh. Dengan kata lain, mereka tidak kuat mental jika setiap saat harus berhadapan dengan makhluk halus. Wujud yang tidak lazim, ukurannya terlampau besar, seram, misterius.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan sesuatu perkara dapat disebut gaob :

  1. Sebab sesuatu itu berlalu masa keberadaannya, misal nenek kita yang telah meninggal dunia saat kita belum lahir, rezim soeharto yang tumbang saat kita masih bayi. Tentu saja soal nenek dan rezim soeharto tersebut kita sekadar tahu berdasar cerita dari mulut ke mulut atau daei membaca. Sebatas itu saja. Kehangatan pelukan nenek hanya sebuah misteri. Begitu juga dengan tumbangnya rezim soeharto. Kira tidak tahu suasana mencekam waktu itu ketika ada demo dan anarkis di mana-mana.
  2. Sebab tempatnya jauh dari kira, karena tempat atau posisi sesuatu jauh dari kita, sudah pasti kira tak bisa melihatnya. Banyak sekali hal ataupun peristiwa di alam raya ini yang tidak mungkin dapat kita ketahui secara satu persatu. Sebagai contoh peristiwa di jagat raya ini. Semua begitu gaib dan bahkan misterius. Siapa yang tahu kejadian di sana. Sama sekali tak terjangkau.
  3. Sesuatu kita anggap gaib sebab indera kita terhalang oleh sesuatu yang lain untuk melihatnya sebagai contoh, proses pemisahan darah dan susu di dalam tubuh aeekor sapi. Proses tersebut betil-betul gaib bagi kita sebagai manusia biasa. Sekalipun kita memelototkan mata seluas samudera, sejauh kita hanyalah manusia dengan kemampuan indera yang tidak luar biasa. Bahkan apa yang terjadi di perut bumi, kita tidak dapat melihat dengan mata telanjang tanpa bantuan peralatan yang canggih. Ada satu hal gaib lagi yang begitu dekat dengan kita. Yaitu apa-apa yang terjadi di dalam tubuh kuta sendiri. Sebagai contoh, bukankah kita tidak bisa melihat tulang dan otot yang terdapat di bawah permukaan kulit kedua telapak tangan kita? Kita hanya bisa memandangi dan mengelus-elus telapak tangan kita, tapi kita tidak tahu sama sekali apa yang terjadi dibalik permukaan telapak tangan tersebut. Untuk itu kita mesti membedahnya dulu.
  4. Sebab alam gaib atau sesuatu yang gaib itu belum tiba waktunya. Sesuatu yang belum tiba waktunya memang masih gaib. Seperti kematian, kiamat, jodoh.
  5. Sesuatu gaib karena belum tercipta atau belum dibuat. Misalnya dalam hal perangkat tekhnologi. Dahulu sebelum teknologi HP ditemukan, orang-orang tidak pernah membayangkan bisa bepergian sambil membawa-bawa pesawat telepon. Srbab dipikiran mereka yang ada hanya telepon kabel atau telepon rumah.
  6. Sesuatu gaib sebab diciptakan tanpa jasad oleh Allah SWT, harus diakui bahwa memang ada makhluk-makhluk yang tidak diberi tubuh atau jasad oleh Allah SWT. Keberadaan makhluk-makhluk tanpa jasad ini dapat diketahui bilamana mereka menjalankan fungsinya. Misalnya malaikat sebagai tangan kanan Allah SWT yang sangat menurut dan tidak pernah melanggar perintah Nya. Kemudian ada setan yang kerjaannya menggoda manusia. Mereka adalah makhluk Allah tanpa jasad.

Wednesday, April 17, 2019

KOTBAH JUM'AT : MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Kotbah Jum'at

Hadirin jamaah jum'at yang dimuliakan oleh Allah. Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. dengan lebih giat menjalankan perintah-perintahNya dengan dilandasi keimanan dan keikhlasan semata-mata hanya mengharapkan keridho'an Nya. Juga kita tingkatkan dalam menjauhi dan meninggalkan larangan-larangan Allah, karena sesungguhnya di dalam larangan-larangan Allah mengandung kejelekan dan akibat yang buruk bagi kita jika kita melakukan larangan-larangan itu.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah.
Nikmat Allah yang dicurahkan kepada kita amatlah banyak oleh sebab itu kita harus menyertai nikmat Allah itu dengan mengucapkan dan mengungkapkan rasa syukur kepada Nya, karena jika kita mensyukuri nikmat Allah, maka Dia akan menambah kenikmatan Nya kepada kita, namun jika kita mengingkari Nya, artinya kita tidak mau bersyukur, maka kita akan menerima azab yang sangat pedih dari Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi :
" Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menamvah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka aesungguhnya azab Ku sangat pedih" (QS. Ibrahim : 7)

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah.
Saat ini kita masih berada pada bulan sya'ban yang merupakan bulan yang mulia, bulan pensucian hati sebelum kita mensucikan ruh kita pada bulan Ramadlan, disamping itu, berdarma bakti kepada Allah sebagai bentuk wujud hablum minAllah dalam menjalankan sholat, puasa dan yang lainnya, maka kita harus menjalankan hablum minannas. Kita harus saling menyayangi, mengasihi sesama manusia jika kita bertemu jangan lupa untuk bersalaman karena jika bertemu dan bersalaman, maka sebelum kita berpisah, kita akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Imam Dawud, Imam Turmudzi dan Imam Ibnu Majjah meriwayatkan sebuah hadist bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda yang artinya :
"Dimana ada dua orang muslim yang bertemu saling bersalaman sebelum ia berpisah kecuali keduanya mendapatkan ampunan dari Allah SWT".

Dari hadist ini, maka jelaslah bahwa Islam mengajarkan kepada pemeluk-prmeluknya untuk saling menghormati, mencintai, menyayangi antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian akan terciptalah kerukunan, kedamaian antara sesamanya.

Hadirin yang berbahagia.
Memang islam mengajarkan untuk saling menyayangi dan menghormati, bahkan kepada binatang pun kita harus mempunyai akhlaq yang baik dengan tidak menyiksanya, memukul dengan maksud menyakitinya, apalagi sesama muslim, khususnya. Namun kita lihat kenyataan generasi muda yang sudah tidak menghormati sesama saudaranya, terutama kepada kedua orang tua mereka tidak lagi menghormati, bahkan kadang-kadang mereka tidak taat kepada perintah-perintah Nya. Bahkan banyak diantara mereka yang membangkang. Mereka sudah dapat mencari makan sendiri, membeli pakaian dari hasil usahanya sendiri dan kebutuhan-kebutuhan yang lain dipenuhi sendiri tanpa memerlukan bantuan sedikitpun dari kedua orang tuanya. Oleh srbab itu, mereka tidak lagi menghormati orang tuanya, mereka tidak mau diatur. Bahkan mereka mengatur orang tuanya. Lebih-lebih lagi mereka menjadikan orang tuanya sebagai pembantu. Naudzubillah min dzalik.

Barangkali mereka telah lupa bahwa orang tuanya-lah yang melahirkannya ke dunia ini dengan susah payah, ibunya telah mengandungnta dalam keadaan yang bertambah lemah. Ketika kita lahir, orang tua kita pun yang telah menjaga kita dan menghawatirkan melebihi kekhawatirannya kepada diri sendiri, ketika masih bayi dan menangis ditengah malam, kedua orang tua kita harus menyadari hal itu kemudian kita berusaha agar jangan sampai menyakiti hatinya. Allah SWT. berfirman dalam Al Quran surat Al Isra' ayat 23 yang artinya :
"Tuhanmu telah memerintahkan, agar supaya kamu jangan menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kamu kepada kedua orang tua, jika salah aeorang diantara keduanya telah tua, atau kedua-duanya telah lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah kamu mengeluarkan kata-kata kasar kepada keduanya dan jangan lupa engkau bentak dan hendaklah engkau ucapkan perkataan yang mulia yakni lembut kepada keduanya".

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah.
Demikianlah perintah Allah kepada manusia agar mereka tidak menyekutukan Nya dan juga agar menghormati kedua orang tuanya. Dari ayat tadi juga dijelaskan bahwa kita sebagai anak tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, bahkan berkata "huh" saja tidak diperkenankan dalam agama kita. Apalagi sampai membentaknya, menghardiknya, bahkan memukulnya. Naudzubillah min dzalik.

Hadirin jama'ah jum'at yang berbahagia.
demikianlah khotbah yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Amin ya robbal alamin.