![]() |
| Dampak serangan hama |
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama
Hama yang biasanya menyerang tanaman tomat, antara lain sebagai berikut.
- Ulat buah : Gejala serangan hama ini, antara lain buah berlubang dan kotoran menumpuk di dalam buah yang terserang. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan buah tomat terserang serta melakukan penyemprotan pestisida alami.
- Lalat buah : Gejala serangan hama ini adalah buah busuk karena terserang jamur. Jika dibelah, akan kelihatan larva berwarna putih di dalam buah. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan dan membakar buah terserang.
- Kuti daun apids : Gejala serangan hama ini adalah daun menjadi keriput dan berwarna kuning. Gejala lainnya adalah pertumbuhan tanaman terhambat, layu, dan mati. Pengendalian kutu daun apids dapat dilakukan dengan cara memberi jarak waktu tanam di lahan yang sama.
- Tungau : Gejala serangan hama ini adalah permukaan bawah daun berwarna mengkilap, kaku dan melengkung ke bawah. Kemudian, pucuk-pucuk daun akan seperti terbakar, lalu gugur. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang dan memperlebar jarak tanam.
- Ulat grayak : Gejala serangan hama ini adalah bercak putih transparan pada daun bagian atas. Pada stadia larva, ulat grayak memakan permukaan daun sehingga yang tinggal hanya tulang-tulang daun. Sementara itu, larva besar makan daun utuh dan hanya menyisakan tulang-tulang daun utama. Kadang-kadang, larva dapat memotong bibit atau tanaman yang masih muda sejajar dengan permukaan tanah. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan ulat serta telurnya.
Penyakit
Penyakit yang sering menyerang tanaman tomat antara lain :
- Penyakit antraknosa : Gejala serangan penyakit ini adalah buah menjadi busuk berwarna hitam dan basah. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara merendam benih dengan air hangat selama 30 menit sebelum disemai, melakukan rotasi tanaman, menggunakan mulsa plastik, dan tanaman yang terserang segera dimusnahkan.
- Penyakit layu fusarium : Gejala serangan penyakit ini adalah kelayuan pada dain-daun bagian bawah, kemudian menjalar pada ranting-ranting muda, berwarna kecoklatan, lalu mati. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara tanaman yang menunjukkan gejala terserang penyakit ini segera dicabut dan tanah lubang tanamnya dibuang.
- Penyakir rebah kecambah : Gejala serangan penyakit ini adalah luka berwarna cokelat pada pangkal batang yang menyebabkan pembusukan. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan merendam benih dengan air hangat selama 30 menit sebelum disemai, menggunakan persemaian dengan ketinggian lebih dari 35 cm dengan drainasenya bagus, menghindarkan lahan budidaya dari drainase jelek dan terlalu basah.
- Penyakit jamur hitam : Gejala awal serangan penyakit ini adalah terlihat bercak kuning pada bagian atas permukaan daun. Kemudian, daun menggulung ke atas dan permukaan daun bawah mulai mengering. Akhirnya, seluruh daun tanaman akan mati.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara semua sisa tanaman setelah panen harus dimusnahkan dan dibenamkan ke dalam tanah, mengurangi kerapatan tanaman, dan melakukan pemangkasan.
PANEN DAN PASKA PANEN
Tomat dapat dipanen saat tanaman berumur 90-100 hari setelah tanam. Ciri-ciri tomat yang siap dipanen, antara lain sebagai berikut.
PANEN DAN PASKA PANEN
Tomat dapat dipanen saat tanaman berumur 90-100 hari setelah tanam. Ciri-ciri tomat yang siap dipanen, antara lain sebagai berikut.
- Kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan.
- Bagian tepi daun tua mengering.
- Batang menguning.
Panen tomat sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika cuaca cerah. Hal ini karena pada siang hari, tanaman masih melakukan fotosintsis. Pada keadaan demikian penguapan sedang tinggi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Cara memanen tomat adalah buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemetikan dilakukan satu per satu dan dipilih buah yang siap petik. Selanjutnya, tomat dimasukkan ke dalam keranjang dan letakkan di tempat yang teduh agar tidak terpapar sinar marahari.
Pemanenan dapat dilakukan setiap 2-3 hari sekali. produktivitas tanaman tomat secara rata-rata mencapai 15,84 ton per hektar, bergantung varietas dan daerah budidaya. Untuk varietas tertentu dan di daerah-daerah tertentu, produktivitas tanaman tomat bisa mencapai 25-30 ton per hektar.
Agar tahan lama, tidak cepat busuk, dan tidak mudah memar, tomat dipanen setengah matang. Buah tomat yang telah dipetik, kemudian dibersihkan dan disortasi. Buah yang bagus dipisahkan dari buah yang jelek. Tomat yang terserang penyakit busuk buah antraknose, dikumpulkan dan musnahkan.
Selanjutnya buah tomat ditempatkan dalam wadah berupa peti-peti kayu dengan papan bercelah. Pengangkutan tomat harus dilakukan hati-hati agar tidak rusak. Peti-peti kayu berisi buah tomat tidak boleh dibanting.

No comments:
Post a Comment