![]() |
| Kebun tomat |
SYARAT TUMBUH TOMAT
Iklim
Tanaman tomat dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, bergantung varietasnya. Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 750 mm - 1.250 mm/tahun.
Tanaman tomat membutuhkan cahaya matahari penuh. Kekurangan cahaya matahari menyebabkan tanaman tomat mudah terserang pentakit. Selain itu, sinar matahari berintensitas tinggi juga akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Tanaman tomat membutuhkan pencahayaan matahari selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25 mj/m2 per jam.
Suhu udara rata-rata harian yang optimal mendukung pertumbuhan tanaman tomat adalah 18-29°C pada siang hari dan 10-20°C pada malam hari.
Tanah
Kondisi tanah yang sesuai untuk budidaya tanaman tomat adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik serta unsur hara, dan mudah merembeskan air. Derajat keasaman (pH) tanah yang cocok untuk tanaman tomat berkisar 5,5 - 7,0.
PENYIAPAN LAHAN
Pengolahan tanah
Sebelum penanaman bibit tomat dilakukan harus dilakukan pengolahan tanah lebih dahulu. Pertama-tama, lahan dibersihkan dari rumput atau gulma, sisa-sisa tanaman, batu, dan sebagainya. Hasil pembersihan ini dikumpulkan dan disingkirkan dari lahan. Kemudian, dilakukan pembajakan atau pencangkulan sedalam 25-30 cm.
Pembuatan bedengan
Bendengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30-50 cm, dan panjang menyesuaikan dengan lahan. Panjang bedengan maksimum 15 meter untuk memudahkan pemeliharaan tanaman. Jarak antar bedengan sekitar 50 cm. Bedengan sebaiknya dibuat membujur dari arah timur ke barat agar cahaya matahari dapat menyerap ke seluruh tanaman. Setelah pembuatan bedengan selesai dilakukan, lahan didiamkan sekitar 1 minggu.
Pemupukan dasar dan pemasangan mulsa
Pupuk yang digunakan untuk pemupukan dasar adalah pupuk kandang atau pupuk kompos, dengan dosis 20 ton per hektar. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara diratakan di atas tanah bedengan. Setelah dilakukan pemupukan dasar, lahan dibiarkan selama 1-2 minggu. Kemudian, bedengan ditutup dengan plastik mulsa hitam dan tanah dibiarkan kembali selama 1 minggu sebelum ditanami.
Penyemaian benih
Perbanyakan benih tomat dilakukan secara generatif (biji). Agar budidaya tomat meraih hasil panen yang optimal, benih yang digunakan harus diseleksi lebih dahulu. Benih tomat harus memenuhi persyaratan, antara lain sebagai berikut.
- Utuh, tidak cacat atau luka. Biji yang biasanya akan sulit tumbuh.
- Sehat (tidak terserang hama dan penyakit)
- Bersih dari berbagai kotoran
- Tidak keriput
Cara menyiapkan benih tomat sebagai berikut.
- Pilih buah tomat yang sehat dan matang penuh
- Peram selama 3 hari sampai tomat berwarna merah gelap dan lunak
- Keluarkan biji bersama lendirnya
- Fermentasi biji 3 hari sampai lendir dan airnya terpisah dari biji
- Cuci dan dijemur selama 3 hari atau kadar 6% kebutuhan benih tomat berkisar antara 150-300 gram untuk setiap satu hektar lahan
- Benih tomat sebaiknya disemai lebih dahulu sebelum ditanam di lahan budidaya. Penyemaian benih tomat dapat dilakukan dibedengan atau menggunakan polybag. Untuk penyemaian di bedengan, pertama-tama harus disiapkan lahan semai. Selanjutnya, lahan persemaian digemburkan dengan dicangkul sedalam 30 cm. Kemudian, dibuat bedengan semai dengan lebar 120-130 dan tinggi 30 cm.
Langkah selanjutnya adalah menaburkan pupuk kandang halus yang telah matang ke atas besengan, kemudian diaduk secara merata. Untuk bedengan semai dengan ukuran 1x2 meter, dosis pupuk yang diberikan sebanyak 10-20 kg.
Setelah diberikan pupuk, bedengan semai dikeringanginkan aelama 4-5 hari. Untuk melindungi bibit dari air hujan dan cahaya matahari yang terik, bedengan semai harus diberi naungan. Sehari sebelum benih disemai, sebaiknya bedengan diairi agar tanahnya cukup basah. Benih tomat disebar secara merata pada bedengan, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Selanjutnya, bedengan ditutup dengan daun pusang selama 2-3 hari. Penyiraman benih dilakukan setiap hari.
Selain disemai di bedengan, benih tomat juga dapat disemai di polybag. Polybag diisi media tanam berupa campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 atau 1:2. Benih tomat dimasukkan satu butir untuk setiap polybag, lalu ditutup dengan media tanam. Selanjutnya, polybag diletakkan di bedengan yang diberi naungan. Penyiraman dilakukan setiap hari.
Bersambung.....
Selain disemai di bedengan, benih tomat juga dapat disemai di polybag. Polybag diisi media tanam berupa campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 atau 1:2. Benih tomat dimasukkan satu butir untuk setiap polybag, lalu ditutup dengan media tanam. Selanjutnya, polybag diletakkan di bedengan yang diberi naungan. Penyiraman dilakukan setiap hari.
Bersambung.....

No comments:
Post a Comment