Monday, May 13, 2019

MENGETAHUI KODAM DAN QORIN KITA

Khodam
Khodam berasal dari bahasa arab yang arti katanya adalah "pembantu", pelayan. Kalau secara istilah di alam gaib, khodam sering diartikan sebagai "prngawal", pembantu atau pun perewangan. Konon khodam terdiri atas malaikat dan jin. Orang biasa memiliki khodam dari golongan jin. Aementara khodam yang berupa malaikat hanya untuk orang istimewa, yakni orang yang dekat dengan Allah SWT. 

Khodam tugasnya membantu orang yang diikutinya. Dia bisa dipanggil, bisa pula datang sendiri. Jadi sedikit berbeda dengan qorin.

Khodam yang dipanggil dan dimintai bantuan ternyata harus ada bayaran tertentu yang harus diberikan oleh manusia yang dibantu oleh khodam tadi. Tentu saja bayarannya bukan berupa uang ataupun harta benda lainnya.

Nah disinilah titik yang tidak sesuai dengan koridor agama islam. Ada perjanjian dengan khodam, dengan jin. Dan ini cenderung menyimpang dari syariat islam.

Qorin
Setiap manusia mempunyai dua macam qorin. Keduanya adalah qorin yang baik dan qorin yang buruk. Qorin yang baik berasal dari pancaran "nur Ilahiyah" sebagai awal dari pembentukan unsur ruh dalam diri kita. Biasanya kita menyebutnya sebagai bisikan malaikat. Sementara qorin yang buruk berasal dari "hawa nafsu" yang memang ditugaskan untuk menjerumuskan kita ke dalam jurang kesengsaraan. Untuk yang ini kita biasa menyebutnya sebagai bisikan setan/iblis.

Maka pada umumnya dijelaskan bahwa setiap manusia memiliki qorin. Qorinnya sendiri terdiri atas jin dan malaikat. Qorin yang berasal dari golongan jin mengajak kepada kejahatan, sedangkan qorin yang berasal dari golongan malaikat mengajak k3pada kebaikan.

Coba anda ingat-ingat ketika anda sedang mengalami pergolakan batin saat menghadapi suatu pilihan yang membuat anda bimbang, tidaklah tiba-tiba terasa dalam diri anda makhluk yang membisikkan sesuatu untuk memilih pilihan tertentu?

Atau saat azan berkumandang dan anda sedang suntuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Saat mendengar azan, dalam benak anda seketika bisa muncul niatan untuk segera meninggalkan pekerjaan, lalu menunaikan ibadah sholat tepat waktu. Tapi mendadak pada saat yang sama seakan ada bisikan lain yang tak kalah kencang, "Nanti saja! Selesaikan pekerjaan dulu! Percuma kalau sholat sekarang. Kamu tidak akan khusuk sebab ingat pekerjaan yang belum kamu selesaikan."

Itulah bisikan-bisikan yang akan menyesatkan anda. Dan apakah anda mampu menyingkirkan bisikan-bisikan itu? Wa Allah huallam

Tugas utama Qorin kita
Lalu apa tugas pokok qorin kita? Qorin kita baik yang merupakan qorin dari golongan jin atau setan,maupun qorin yang berasal dari golongan malaikat, bertugas sebagai pembisik. Qorin dari golongan jin dan setan akan senantiasa membisik-bisiki kita untuk berbuat jahat. Di sisi sebaliknya, qorin dari golongan malaikat selalu membisiki kita untuk berbuat kebaikan dan ketaatan.

Abdullah bin Mas'ud berkata, "Rosulullah SAW bersabda, Sesungguhnya syaitan itu melakukan bisikan sebagaimana malaikat juga lakukan. Adapun bisikan syaitan, inyinya mengajak untuk berbuat keburukan dan mendustakan yang haq. Sedangkan bisikan malaikat, intinya mengajak untuk berbuat kebaikan dan membenarkan yang haq. Barang siapa menjumpai pada dirinya (ajaran kebenaran), hendaklah ia memuji Allah SWT (bersyukur), dan barang siapa menjumpai sebaliknya (bisikan kejahatan), hendaklah ia berlindung kepada Allah SWT dari godaan syaitan. Lalu beliau membaca ayat, "syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan...." (Q.S. al-Baqoroh : 268) (H.R Tirmidzi, 2988, an-Nasa'i, No. 11051, dan Ibnu Hibbah, No.988).

Oleh karena itu, kita harus ekstra waspada akan hadirnya bisikan was-was qorin jin. Demikian juga kita tidak boleh lengah terbuai oleh bisikan jahat yang muncul daro syaitan, setan, yang berbentuk manusia. Sekalipun bentuknya itu merupakan manusia yang rupawan. Yang pasti, kedua bisikan tersebut sama-sama berbahayanya dan sama-sama membikin kita celaka. Baik celaka di dunia maupun di akhirat.  Itulah sebabnya Allah SWT mengingatkan agar kita banyak memohon perlindungan kepada Nya dari bisikan jahat syitan yang berbentuk jin atau manusia. Sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah SWT, Q.S an-naas ayat 1-6.

Ibnu Katsir menyatakan dalam kitabnya, saat menafsirkan Q.S an-naas tersebut - bahwa yang dimaksud dengan "al waswasul khonas" dalam surat an-naas adalah syaitan yang disertakan kepada manusia. Karena tidak seorang pun dari keturunan nabi Adam kecuali ia memiliki qorin. Qorin itulah yang menghiasi keburukan dan kekejian, dan tidak seorangpun yang selamat darinya kecuali mereka yang dilindungi oleh Allah SWT (tafsir Ibnu Katsir : 4/575). 

No comments:

Post a Comment