Thursday, May 9, 2019

JENIS-JENIS RUMPUT LAUT

Perkembangan rumput laut Indonesia begitu sangat pesat. Kenaikannya setiap tahun sungguh mengundang decak kagum. Peningkatan produksi rumput laut secara nasional setiap tahun mencapai ratusan ribu ton. Saat ini tidak hanya wilayah Indonesia timur saja yang mengembangkan rumput laut tapi hampir setiap wilayah Indonesia mulai menggalakkan budidaya rumput laut. Rumput laut di Indonesia dibudidayakan tidak hanya di perairan laut namun dapat pula dibudidayakan tidak hanya di perairan laut namun dapat pula dibudidayakan di perairan payau. Ada banyak jenis rumput laut yang terbesar di perairan wilayah Indonesia namun hanya beberapa saja yang dibudidayakan dan perkembangannya cukup baik ketika dibudidayakan.

Jenis-jenis rumput laut yang telah berhasil dibudidayakan di Indonesia, antara lain :

Eucheuma cottonii

Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan jenis rumput laut yang paling banyak dibudidayakan di wilayah perairan Indonesia. Perkembangan budidayanya cukup menggembirakan. Hal ini tidak terlepas dari mudahnya membudidayakan rumput laut jenis ini dan permintaan pasar yang sangat tinggi. Sentra wilayah budidaya rumput laut jenis ini terdapat di sSulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat.

Eucheuma cottonii merupakan rumput laut penghasil karaginan yang sebagian besar hasilnya digunakan untuk bahan baku industri. Rumput laut Eucheuma cottonii dibudidayakan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor yang digunakan untuk industry kosmetik atau farmasi.

Eucheuma spinosum

Eucheuma spinosum masih satu jenis dengan Eucheuma cottonii dan sama-sama sebagai penghasil karaginan. Perbedaannya, Eucheuma spinosum menghasilkan karaginan jenis kappa karaginan berupa jelly yang bersifat kaku, getas dan keras. Bali adalah salah satu provinsi yang mengembangkan budidaya rumput laut jenis ini.

Gracilaria spp

Rumput laut Gracilaria spp dapat tumbuh baik di perairan payau. Gracilaria spp adalah jenis rumput yang bersifat agarofit yaitu jenis rumput laut penghasil agar-agar. Perkembangan budidaya rumput laut jenis ini tidak secepat Eucheuma cottonii. Sentra produksi Gracilaria spp terletak di Sulawesi Aelatan, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

Sargassum spp

Sargaasum spp ini merupakan jenis rumput laut yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sargassum spp adalah jenis rumput laut penghasil alginat. Di Indonesia Sargassum spp satu-satunya rumput laut penghasil alginat selain Turbinaria spp. Perkembangan budidaya rumput laut jenis oni masih sangat terbatas. Oleh karena permintaannya yang masih rendah prrkembangan budidaya rumput laut jenis ini tidak sepesat rumput laut Eucheuma cottoniii dan Gracelaria spp.

Sampai saat ini baru sebatas jenis-jenis tersebut di atas yang dibudidayakan di Indonesia dan hanya Eucheuma cottonii dan Gracilaria spp yang perkembangan budidayanya sangat menjanjikan. Sampai dengan tahun 2009 produksi rumput laut kedua jenis tersebut, masing-masing sebesar 2.791.688 ton 171.868 ton.

Kandungan Nutrisi
Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karboidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D,E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium, dan natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10-20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat.   


No comments:

Post a Comment