Kalau kedua alat itu tidak bisa diperoleh, maka alat tersebut bisa dibuat sendiri dengan cara sebagai berikut :
- Ambil 2 (dua) bilah kayu atau multipleks yang panjangnya kura-kira 40-50 cm dan lebar 6-8 cm.
- kemudian buatlah garis lurus pada pertengahan bilah tersebut dari ujung ke ujung. Kira-kira 5 cm dari kedua belah ujung di atas garis tengah ditancapkan paku sehingga tersembul kurang lebih 3,5 cm.
- Kedua bilah kayu tersebut kemudian dipersilangkan di tengah-tengah untuk memperoleh sudut 90 derajat (menggunakan garis siju-siku). Hasil silang tersebut merupakan titik tengah;
- Kemudian dipaku pada sebuah ujung tongkat yang panjangnya kira-kira 1 (satu) meter. Maka dengan alat pengukur sederhana ini kita dapat menarik garis lurus.
- Apabila pohon mangga sudah menginjak dewasa, yakni umur 10 tahun ke atas, mahkota daunnya tidak saling bersinggungan.
- Memudahkan pemeliharaan, terutama pada saat pemangkasan dan pemetikan hasil.
- Sinar matahari, masih dapat masuk, sampai ke bawah, sehingga kondisi tanah di bawah pohon tidak terlalu lembab, dan bisa membunuh kepompong-kepompong ulat penggerak, serta mencegah tumbuhnya berbagai jenis jamur yang mengganggu perakaran pohon mangga.
Selain itu suhu yang panas, dan udara serta kondisi tanah yang lembab amat disukai penyakit Gloeosporium. Peristiwa semacam ini akan mengakibatkan perubahan warna pada cabang-cabang muda yang prosesnya dimulai dari pucuk; mula-mula ada bintik-bintik coklat, lama-kelamaan cabang muda itu mati.
Tanam mangga, selain ditanam menurut jarak tertentu, bisa juga diatur cara penanamannya, supaya kelihatan rapi dan indah. Disamping itu, cara pengaturan jarak tanam juga mempengaruhi produksi, cara pemeliharahaan dan khususnya untuk pangkas pembentukan mahkota daun. Ada berbagai cara pengaturan jarak tanam, yaitu :
Tanam mangga, selain ditanam menurut jarak tertentu, bisa juga diatur cara penanamannya, supaya kelihatan rapi dan indah. Disamping itu, cara pengaturan jarak tanam juga mempengaruhi produksi, cara pemeliharahaan dan khususnya untuk pangkas pembentukan mahkota daun. Ada berbagai cara pengaturan jarak tanam, yaitu :
- Cara bujur sangkar : _cara pengaturan tanaman mangga dengan menggunakan cara bujur sangkar ini sangat cocok untuk tanah di daerah dataran rendah dalam keadaan lapang, dengan laju kecepatan angin lemah sampai sedang. Kelebihan caea ini adalah akan mempermudah cara pemeliharaan dan pemetikan hasil. Sedangkan kelemahannya adalah bahwa penyebaran hama dan penyakit cepat sekali. _Ukuran penanaman yang paling tepat dengan cara bujur sangkar ini adalah 13x13 m. Jadi, untuk lahan seluas 1 ha (10.000 m2) dapat ditanami tanaman mangga sebanyak kurang lebih 59 pohon, dengan perhitungan sebagai berikut. Jika panjang jarak AB=BC=CD=DA, masing-masing 13 meter, maka areal seluas 1 ha dapat ditanami mangga sebanyak [1ha/(13x13 m2)]=[10.000 m2/169 m2]=59 pohon.
- Cara Quincunx (diagonal) :_Jarak tanam diagonal adalah sama dengan cara bujur sangkar, hanya pada titik potong diagonal (tepat di tengah) diberi tanaman yang berumur pendek. Jika mahkota daun tanaman-tanaman tersebut sudah saling bersinggungan, maka tanaman yang di tengah-tengah sebaiknya segera dipotong atau dibongkar. Kelebihan dari cara ini adalah : a) Kapasitas tanam untuk areal 1 ha, dengan jarak tanam 13x13 m dapat dilipatgandakan, yakni dari sebanyak 59 pohon dapat menjadi 100-105 pohon. 2) Hasil yang diperoleh juga akan meningkat. Sedangkan kelemahannya adalah : a) Untuk melakukan pemeliharaan dan pembongkaran tanaman di tengah-tengah, akan memakan waktu yang cukup banyak. b) Penyebaran hama dan penyakit lebih cepat dan pemberantasannya pun menjadi lebih sulit.
- Cara Hexagonal (segitiga sama sisi) :_ABCDEF = Merupakan posisi tanam segia enam (hexagonal).
- Cara Contour : Menanam pohon mangga pada perkebunan besar, yang kondisi tanahnya miring kurang dari 30°, dapat menggunakan cara garis tanah countour (ketinggian). Sebelum penanaman dimulai, lebih baik dibangun terasiring, sekaligus pengolahan tanah dan pengadaan drainase. Untuk menentukan jarak tanaman antara teras yang satu dengan yang lain memang agak sulit, maka disini tidak perlu pengaturan jarak tanam bujur sangkar atau segitiga sama sisi dan lain sebagainya, melainkan cukup disesuaikan dengan keadaan lahan. Yang penting jarak antara tanaman yang satu kira-kira 14 meter, diambil dari jarak samping kiri kanan dan muka belakang. Keuntungan cara ini ialah : a) Dapat mencegah erosi dan menyelamatkan lapisan bunga tanah yang ada. b) Mempermudah pemeliharaan khususnya untuk pangkas produksi. c) Tanaman bisa memperoleh cahaya matahari secara leluasa, karena tanpa ada cabang atau daun tanaman lain yang menghalangi, sehingga masing-masing pohon dapat melakukan proses pemasakan dengan sempurna. Kelemahan cara ini ialah: a) Banyaknya tenaga dan waktu yang terbuang, terutama pada saat pengolahan tanah dan selama penanaman berlangsung.










