Semua petani mangga ataupun para peminat lainnya, sebelum memulai bercocok tanam mangga secara brsae-besaran dengan areal yang luas, maupun yang hanya menanam di sekitar pekarangan saja, maka perlu sekali melihat kondisi tanah yang akan ditanami. Mereka harus memperhatikan, mulai dari jenis tanah, Ph tanah, ketebalan lapisan tanah atas dan kondisi air tanah serta derajat kemiringan tanah.
Jenis tanah yang padat (liat), pH tanah yang terlalu masam, terutama tanah di rawa-rawa dengan ketebalan pada lapisan tanah atas yang tipis, serta kindisi air tanah yang letaknya lebih dalam 200 cm dari permukaan tanah tidak lagi dapat dihisap oleh akar pohon buah-buahan. Kondisi semacam itu tak akan menguntungkan bagi tanaman buah-buahan, khususnya tanaman mangga.
Apabila kita ingin membuka kebun buah-buahan, areal atau media tanam harus dipersiapkan dengan matang. Sebab hanya pada tanah yang suburlah tanaman buah-buahan dapat tumbuh dengan baik, termasuk tanaman mangga. Pada umumnya tanah yang banyak mengandung zat hara adalah tanah yang berasal dari letusan gunung berapi.
Tanah yang kurang subur, dapat ditambahkan pupuk kandang atau pupuk hijau. Agar supaya tanaman itu di kemudian hari bisa tumbuh subur, kecuali diberi pupuk, seluruh kebun juga harus dibajak atau dicangkul.
Bagi tanah yang pembuangan airnya kurang baik, harus diusahakan ada drainase (saluran-saluran pembuangan air). Hal semacam ini sering dialami di daerah dataran rendah, dan kondisi tanahnya padat. Tanah yang kurang subur akibat kandunfan humusnya sangat rendah, atau tanahnya padat, maka tanah tersebut bisa ditanami tanaman yang dapat menghasilkan pupuk hijau.
- Cara pengerjaan tanah yang akan ditanami tanaman mangga yang berasal dari bibit okulasi, berbeda dengan pengerjaan tanah yang bibitnya berasal dari bibit cangkokan. Pengerjaan tanah untuk bibit tanah untuk okulasi harus lebih dalam daripada yang bibitnya berasal dari cangkokan. Sebab, pertumbuhan akar dari bibit cangkokan melebar, sedangkan yang okulasi lebih dalam. Setelah tanah itu selesai dikerjakan maka mulai dipasang ajir dan menentukan jarak tanam. Sengan pengajiran dan melakukan pengaturan jarak tanam ini, maka jumlah bibit yang diperlukan untuk ditanam bisa diperhitungkan.
Dua atau tiga minggu sebelum menanam pohon buah-buahan, lubang tanam harus sudah dibuat terlebih dahulu. Pembuatan lubang ini dilakukan di tempat yang dipasang ajir. Ukuran lubang ialah 1x1x0,5m atau 0,8x0,8x0,5m pada kebun yang telah dibajak dan dicangkul. Pembuatan lubang semacam ini berlaku pula pada tanah yang memiliki lapisan atas, yang dalamnya lebih dari 60cm dari permukaan padas. Apabila lapisan tanah atas itu dangkal, yakni kurang dari 60cm, kedalaman lubang cukup kira-kira 40cm saja. Di samping itu lapisan tanah keras tersebut harus dihancurkan terlebih dahulu, 20cm sampai 30cm ke bawah, agar lapisan tanah keras (padas) mudah dilalui oleh tudung akar.
Tanah padat, yang tidak digemburkan akan menghambat mengalirnya air dan tumbuhnya akar. Akar yang tidak dapat menembus lapisan tanah keras, cenderung mencari bagian yang lunak, sehingga akar ini akan tumbuh berbelit-belit (tidak sempurna).
Lubang yang telah selesai dibuat ini, sebaiknya dibiarkan terbuka beberapa hari, sehingga bisa diperoleh udara yang cukup serta bisa menghilangkan kadar keasaman tanah.
Membuka dan menutup lubang tanam
Tanah penutup lubang tidak dipadatkan, akan tetapi cukup dibiarkan saja supaya turun dengan sendirinya. Pada waktu dilakukan penutup lubang, tanah galian lapisan bawah jangan dikembalikan untuk menutup lubang. Tanah penutup lubang digunakan tanah yang berasal dari lapisan atas, baik dari galian lubang maupun lapisan atas dari tanah di sekeliling lubang. Dan akan menjadi lebih sempurna apabila tanah itu dicampur dengan pupuk organik dan pasir, dengan pertandingan 2:1:1.
Apabila saat membuat lubang itu di dalamnya terdapat air, hal ini membuktikan bahwa pembuangan air kurang lancar, maka perlu dibuatkan saluran-saluran pembuangan lagi. Lubang tanaman tidak perlu dibuat terlalu dalam, sebab akar pohon itu masuk ke dalam tanah terlalu dalam sedangkan yang menjalar pada lapisan tanah sebelah atas akan berkurang.
Proses aerasi udara sebagian besar terjadi pada lapisan tanah yang paling atas. Peristiwa tersebut akan menghambat kegiatan pernapasan akar di dalam tanah. Maka, saat yang paling tepat untuk menanam pohon mangga ialah pada permulaan musim penghujan. Sebab, selama musim hujan pertumbuhan akar sabgat aktif, sehingga pada saat musim kemarau tiba, tanaman muda sudah mempunyai jaringan akar yang lengkap, maka tanaman tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari hara serta tidak kekurangan air.
Menentukan jarak tanaman
Bersambung........


No comments:
Post a Comment