Wednesday, April 17, 2019

JENIS PENYAKIT YANG SERING MENYERANG AYAM

Ayam terjangkiti Flu Burung
Penyakit yang menyerang ayam secara umum sebenarnya cukup banyak, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit (endoparasit dan ektoparasit), jamur fan lain-lain. Akan tetapi, hanya ada beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kampung yang perlu diwaspadai antara lain ND, IBD, infectious coryza, cacar, cacingan, dan Ai.

ND (New Castle Disease)
Penyakit ND atau lebih dikenal dengan tetelo atau cekak merupakan penyakit akut pada ayam kampung yang cepat menular dan menyebabkan kematian yabg tinggi. ND disebabkan oleh virus paramyxo dengan keganasan bervariasi, mulai dari yang sangat tinggi (lentogenik), cukup tinggi (mesogenik), sampai yang rendah (lentogenik). Virus ini bersifat mengaglutinasi (mengumpulkan dan merusak) srl-sel darah merah ayam berikut gejala yang tampak.

  1. Gangguan pernafasan, yaitu batuk, ngorok, dan lendir hidung
  2. Nafsu makan menurun
  3. Diare kehijau-hijauan, kadang-kadang ada warna merah disertai gumpalan putih.
  4. Tubuh gemetaran dan lemah
  5. Adanya kelumpuhan sebagian atau total dan sering terjadi tortikolis (kepala ayam berputar-putar melilit)
  6. Angka kematian dapat mencapai 100%
IBD (Infectious Bursal Disease)
IBD atau lebih dikenal dengan gumboro disebabkan oleh virus golongan birnaviridae yang mempunyai struktur RNA penularannya terjadi sangat cepat dan akut yang menyerang ayam usia muda umur 2-4 minggu. Penyakit gumboro menyerang dan merusak organ kekebalan tubuh, terutama bursa fabricius yang terletak di dekat anus (dorsal anus). Hal ini dapat menurunkan kekebalan terhadap vaksinasi dan menyebabkan ayam mudah terserang penyakit yang lebih mematikan. gejala awal serangan adalah penurunan konsumsi pakan dan minum, diikuti dengan ciri-ciri lain sebagai berikut.   

  1. Bulu menjadi kusam
  2. Ayam lesu dan tubuh gemetaran 
  3. Peradangan di sekitar dubur dan kotoran berwarna putih
  4. Ayam tampak sering mematuki bulu di sekitar anus
  5. Tidur dengan paruh diletakkan di lantai dan terganggu keseimbangan tubuhnya

Tingkat kematian penyakit ini bisa sangat tinggi, bahkan mencapai 100%, tergantung tingkat keganasannya, infeksi sekunder, dan umur ayam saat terserang. Ciri paling khas dari gumboro ini adalah terjadinya grafik peningkatan kematian. Mulai 2-3 hari ayam terserang, lalu menurun secara cepat dengan sendirinya pada hari ke-5 atau 6 dan belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit gumboro.

Infectious Coryza
Infectous Coryza atau snot, lebih populer sebagai penyakit pilek. Penyakit menular dan kronis ini menimbulkan gangguan pada saluran pernafasan atas dan penularannya sangat cepat. Penyakit ini menyerang hampir pada semua kelompok umur ayam.

Infectous Coryza disebabkan oleh bakteri haemophilius paragallinarum gram negatif. Bakteri ini tergolong lemah dan tidak berbahaya serta mudah mati bila berada di luar ayam. Bila berada pada sinus infraobitralis (sinus mata), bakteri ini akan menjadi sangat tahan. Bahkan obat tidak dapat mencapainya karena daerah tersebut sangat sedikit mengandung pembuluh darah.
Gejala penyakit Infectious Coryza sebagai berikut.

  1. Pembengkakan dan busung pada daerah muka.
  2. Keluar lendir dari hidung. Awalnya berwarna kuning encer, lalu berubah kental, bernanah dan baunya khas.
  3. Nafsu makan dan minum turun, kadang-kadang terjadi diare
  4. Sinus infraorbitralis membengkak dan keluar air mata.
  5. Kelopak mata membengkak dan lengket sehingga mata menutup
  6. Pernafasan cepat, berbunyi ngorok karena getah radang dalam trakea dan bronkus
  7. Pertumbuhan terhambat dan kerdil

Fowl Pox
Fowl Pox atau cacar unggas adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus Borrelota avium yang menyerang ayam di semua umur. Virus dengan struktur DNA ini dapat tumbuh dan berkembang pada sel kulit dan sel selaput lendir yang sangat immunogenic. Dengan demikian, kekebalan yang ditimbulkannya berlangsung lama. Jadi, luka yang terkelupas dan mengandung virus cacar dapat hidup selama 3-4 tahun. Berdasarkan bentuk daerah serangannya ada 2 jenis cacar.

  1. Kering (dry pox), menyerang permukaan kulit atau daerah tidak berbulu seperti jengger, pial, sekitar mata, lubang telinga, terkadang daerah pantat dan kaki. Daerah yang diserang berupa benjolan-benjolan dan bintik-bintik mirip kutil atau keropeng mengeras yang warnanya menjadi merah kehitaman. Pada bentuk kering, angka kematian rendah (1-2%).
  2. Basah (wet pox), menyerang permukaan bagian dalam yang basah seperti sekitar mulut, kerongkongan, esofagus, dan saluran hidung yang berupa difterik (luka dan benjolan mengkeju berwarna putih kekuningan). Benjolan mengkeju akan membesar. Dengan demikian, saluran pernafasan akan terganggu dan menyebabkan sesak nafas. Pada bentuk ini, angka kematian bisa lebih dari 5%, apalagi jika ada komplikasi dengan penyakit lainnya.
Untuk penyakit Fowl Pox ini belum ada pengobatan yang efektif terutama bentuk basah.

Cacingan
Penyakit cacingan pada umumnya tidak menimbulkan kematian pada ayam, tetapi dapat menimbulkan kerugian ekonomi. Hal ini disebabkan adanya penurunan berat badan walaupun ayam mengonsumsi pajannya. Cacing di dalam tubuh ayam menghisap sari-sari makanan, bahkan ada juga yang menghisap darah.

Dari berbagai jenis cacing yang menyerang ayam, cacing Ascaridia galli merupakan parasit cacing gilik yang paling sering menyebabkan masalah di kandang. Cacing ini menyerang daerah usus yang menyebabkan enteritis dengan gejala diare. Hanya ayam yang menderita cacingan berat yang menunjukkan gejala. Pada ayam yang menderita cacingan ringan, ayam masih terlihat sehat tetapi produksinya menurun. Ayam yang menderita cacingan berat akan tampak pertumbuhannya terhambat (menurun berat badannya). Badannya kurus, pucat, dan terkadang mengalami diare yang bercampur darah.

Saat ayam menderita cacingan berat dibedah, akan terlihat adanya cacing pada usus. Usus menjadi tebal dan terjadi peradangan. Selain itu, usus berdarah disertai adanya perobekan pada dinding usus. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing. Namun bila sudah akut, pengobatannya akan sia-sia.

Flu Burung (Al)
Menjadi penyakit akibat sarangan virus avian influenza yang masih menjadi momok nomor 1 di peternakan unggas Indonesia. Gejala serangan sering samar dan kematian tiba-tiba dalam jumlah besar. Akibatnya, kepanikan para peternak di daerah yang terserang. Meakipun vaksinnya sudah tersedia, serangan penyakit ini masih sering terjadi, terutama di wilayah pemeliharaan unggas yang tidak intensif atau diumbar tanpa vakainasi.

Beberapa ciri penyakit flu burung antara lain kepala ayam membengkak disertai suhu tubuh ayam meningkat dan jengger berwarna kebiruan. Ciri khas lainnya, terdapat bintik kemerahan di kaki atau telapak kaki ayam berwarna merah muda. Kematian mendadak ayam dalam jumlah besar juga patut diwaspadai sebagai salah satu tanda telah terjadi serangan flu burung.

Tidak ada yang lain, pencegahan flu burung harus dilakukan dengan cara menerapkan siatem usaha peternakan yang menerapkan biosecurity ketat. Selain itu, program vaksinasi flu burung sesuai jadwal juga harus ditetapkan sejak awal.

Penanganan ayam mati karena flu burung harus dibakar, lalu dikubur untuk menghindari penularan unggas lain. Wilayah peternakan yang terserang virus harus dikosongkan dan semua ayamnya dimusnahkan. Kemudian, seluruh bagian dan peralatan peternakan disemprot desinfektan untuk mematikan virus yang masih ada.

No comments:

Post a Comment