Saturday, May 18, 2019

JENIS HAMA DAN PENYAKIT PADA SAYURAN MENTIMUN


Budidaya mentimun bisa menghasilkan pundi-pundi uang yang besar. Mentimun banyak dipergunakan di restoran-restoran, untuk lalapan di warung bebek/ayam goreng dsb. Tetapi harus diperhatikan jika anda budidaya mentimun, anda harus tahu apa saja yang menyebabkan kegagalan panen mentimun. Salah satunya adalah hama dan penyakit tanaman mentimun.

Hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman mentimun, antara lain sebagai berikut.

Hama
  1. Oteng-oteng (Aulocophora similis oliver), Oteng-oteng adalah kumbang daun kecil yang panjangnya  1 cm. Sayapnya berwarna kuning polos dan mengkilap. Biasanya kumbang ini aktif di waktu senja dan malam hari. Hama ini menyerang tanaman mentimun dengan memakan daging daun. Akibatnya daun menjadi berlubang. Jika serangan hama ini cukup berat, semua jaringan daun habis dan tinggal tulang-tulang daun. Pengendalian terhadap serangan hama ini dapat dilakukan dengan melakukan rotasi tanaman dan melakukan sanitasi lahan. Pemberantasan oteng-oteng dapat dilakukan menggunakan pestisida alami.
  2. Lalat buah (Dacuscucurbitae Coq), hama ini menyerang dengan menusuk buah mentimun yang masih mudah, untuk bertelur. Setelah 1-4 hari, telurnya menetas menjadi larva. Larva inilah yang kemudian memakan daging buah mentimun. Akibatnya, buah menjadi busuk. Pengendalian terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara memasang perangkap lalat buah yang dimasukkan ke dalam botol bekas. Cara lainnya adalah mengumpulkan buah yang sudah terserang, kemudian dikubur.
  3. Kutu daun (Aphsgossypii cover), Kutu daun memiliki ukuran tubuh antara 1-2  mm, berwarna kuning kemerah-merahan atau hijau gelap sampai hitam. Hama ini menyerang tanaman mentimun dengan cara menghisap cairan sel tanaman, terutama bagian puncak tanaman. Gejala yang ditimbulkan dari serangan hama ini adalah bentuk daun yang tidak wajar, seperti keriput atau keriting dan menggulung. Cara pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan rotasi tanaman dan mengurangi tanaman inang di daerah sekitar lahan budidaya mentimun.
Penyakit
  1. Pentakit busuk daun (Downy mildew), Gejala serangan penyakit ini, antara lain terdapat bercak-bercak kuning bersudut pada daun. Jika kedaan cuaca lembab, pada sisi bawah bercak terdapat jamur seperti bulu berwarna keungu-unguan. Daun yang diserang penyakit ini warnanya akan berubah menjadi cokelat membusuk. Pengendalian penyakit busuk daun dapat dilakukan dengan cara menanam varietas mentimun yang tahan terhadap penyakit, memperbaiki drainase tanah, dan mengurangi kelembaban kebun dengan cara memperpanjang jarak tanaman.
  2. Penyakit tepung (Powder mildew), Penyakit ini umumnya menyerang tanaman mentimun terutama di musim kemarau. Gejala yang ditimbulkan dari Serangan penyakit ini adalah permukaan daun dan batang muda terdapat lapisan putih bertepung. Gejala lainnya adalah terdapat bercak diliputi lapisan putih bertepung pada daun, yang kemudian berubah menjadi berwarna kuning, dan akhirnya mengering. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menanam mentimun varietas yang tahan terhadap penyakit dan mencabut tanaman yang terserang cukup parah untuk kemudian dimusnahkan. 
  3. Penyakit antraknosa, Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotriuchum lagenarium pass. Gejala yang ditimbulkan dari serangan penyakit antraknose adalah terdapat bercak-bercak berwarna cokelat pada daun. Bentuk bercaknya agak bulat atau bersudut-sudut. Jika serangan terus meluas, daun tanaman akhirnya mati. Serangan yang terus-menerus meluas juga akan menyebabkan tangkai, batang, dan buah tanaman menjadi busuk. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menanam benih sehat, melakukan pemangkasan bagian tanaman yang terserang, melakukan sanitasi lahan dengan baik, dan mengadakan rotasi tanaman-tanaman dengan jenis yang bukan famili Cucurbitaceae. 
  4. Penyakit bercak daun, Penyakit ini biasanya disebabkan oleh cendawan Paeodomonas laschrymans. Gejala yang timbul dari serangan penyakit bercak daun adalah munculnya bercak-bercak kecil pada daun mentimun. Bercak-bercak tersebut berwarna kuning dan bersudut-sudut karena dibatasi oleh tulang-tulang daun. Pada serangan berat penyakit ini menyebabkan seluruh daun penuh dengan bercak-bercak berwarna menjadi cokelat muda kelabu, mengering, bahkan menjadi berlubang. Buah mentimun yang terserang penyakit ini menjadi busuk. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara melakukan rotasi tanaman, menanam b3nih yang sehat, melakukan pemangkasan bagian tanaman yang terserang, atau melakukan penyiangan lahan.
  5. Penyakit busuk buah, Penyebab penyakit busuk buah mentimun adalah beberapa jenis jamur atau bakteri. Gejala yang timbul dari serangan penyakit ini adalah bagian buah yang terserang menjadi busuk kebadah-basahan. Tindakan pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan cara menghindari luka mekanis pada buah, baik sewaktu di kebun maupun saat panen.   

No comments:

Post a Comment