Monday, May 20, 2019

CARA BUDIDAYA SAYUR BAYAM part 1


Syarat Bayam bisa tumbuh 
Lingkungan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan produksi tanaman merupakan salah satu kunci sukses sebuah usaha budidaya pertanian. Lingkungan yang tepat akan membuat tanaman tumbuh optimal dan mampu berproduksi tinggi. Budidaya bayam juga harus dilakukan di lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman ini.

  1. Iklim, Bayam dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi sampai ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Karena dapat tumbuh, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi, berarti suhu udara tidak terlalu memengaruhi pertumbuhan tanaman bayam. Kelembapan udara yang cocok untuk tanaman bayam adalah 40-60 %. Kebutuhan akan sinar matahari untuk tanaman bayam cukup besar. Oleh karena itu, budidaya bayam harus dilakukan pada lahan terbuka. Pada tempat yang terlindungi (ternaungi), pertumbuhan bayam menjadi kurus dan meninggi akibat kurang mendapat sinar matahari penuh.
  2. Tanah, Kondisi tanah yang sesuai untuk budidaya bayam adalah tanah yang gembur, subur, banyak mengandung humus, dengan pH 6-7. Jika pH tanah yang akan ditanami di atas 7, pertumbuhan daun-daun muda (pucuk) bayam akan memucat putih kekuning-kuningan. Jika ditanam pada lahan yang pH tanahnya dibawah 6, bayam tidak dapat tumbuh dengan baik karena kekurangan beberapa unsur.
Penyiapan lahan
Dalam budidaya pertanian, apa pun jenis tanaman yang akan dibudidayakan, penyiapan lahan menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Jika lahan tidak dipersiapkan dengan baik, tentu saja tanaman tidak mendapatkan semua yang dibutuhkannya untuk dapat tumbuh secara optimal.
  1. Pengolahan tanah, Bayam memerlukan tanah yang gembur dan cukup longgar untuk memudahkan akar tanaman tumbuh dengan baik. Tanah yang gembur dan cukup longgar juga akan memudahkan pencabutan bayam saat panen. Oleh karena itu, sebelum penanaman dilakukan, tanah harus digemburkan terlebih dahulu. Penggemburan dapat dilakukan menggunakan garpu atau cangkul sedalam 30-40 cm. Kemudian, bongkahan-bongkahan tanah dipecah. Selain digemburkan, lahan juga harus dibersihkan dari gulma, sisa-sisa akar tanaman lain, batu-batuan, dan sebagainya. Hasil pembersihan ini disingkirkan, kemudian tanah diratakan. Selanjutnya, lahan dibiarkan selama beberapa waktu.
  2. Pembuatan bedengan, Setelah pengolahan tanah dilakukan, tahap selanjutnya adalah membuat bedengan sebagai tempat untuk menanam bibit bayam. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antara bedengan 30 cm._Bersamaan dengan pembuatan bedengan ini, jika pH tanah kurang dari 6, dilakukan pengapuran. Pengapuran dapat menggunakan kalsit atau dolomit. Cara pengapuran adalah kapur pertanian disebar merata dan dicampur dengan tanah. Pengapuran dilakukan minimal 1 bulan sebelum tanam._Sebaliknya, jika untuk menurunkan pH tanah, dapat digunakan tepung belerang atau gipsum. Kebutuhan untuk lahan seluas 1 Ha sekitar 6 ton. Cara pemberian bahan sama dengan pengapuran. 
  3. Pemupukan dasar, pemupukan dasar dilakukan 1 minggu sebelum tanam. pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang telah masak dengan dosis 10 ton per hektar atau pupuk kompos hasil fermentasi dengan dosis 5 ton per hektar. Cara pemupukan adalah dengan disebarkan merata di atas bedengan, kemudian diaduk dengan tanah lapisan atas. Untuk pemupukan yang diberikan per lubang tanam, cara pemberiannya dilakukan dengan memasukkan pupuk ke dalam lubang tanam. Pemupukan per lubang tanam biasanya diperlukan sekitar 1-2 kg per lubang tanam.
  4. Penanaman dan pemeliharaan, Penyiapan benih : Benih bayam yang akan dibudidayakan harus memenuhi persyaratan, antara lain sebagai berikut. a) Berasal dari tanaman induk yang sehat. b) Bebas dari hama dan prnyakit, c) Daya kecambah 80% d) Memiliki kemurnian benih yang tinggi._Benih bayam yang akan ditanam bisa dibeli di toko pertanian. Pembenihan juga dapat dilakukan sendiri. Benih diambil dari tanaman bayam yang dupelihara sampai tua (berumur sekitar 3 bulan). Jika biji diambil dari tanaman yang masih muda, waktu simpan benih akan singkat dan daya perkecambahannya rendah._Biji yang akan dijadikan benih dipanen pada waktu musim kemarau dan hanya dipilih tandan yang sudah tua (masak). Tandan dijemur beberapa hari, kemudian biji dirontokkan dari tandan dan dipisahkan dari sisa-sisa tanaman. Benih bayam yang baik dapat disimpan sampai setahun. Keperluan benih untuk budidaya bayam yaitu 5-10 kg per hektar atau 0,5-1,0 gram per m2 luas lahan. Penanaman : Penanaman benih bayam dapat dilakukan langsung di lahan tanam tanpa penyemaian lebih dahulu. Benih dapat ditebar langsung di atas bedengan. Agar penebaran benih ratadan tidak terjadi penumpukan, sebelum ditebar benih dapat dicampur dengan tanah atau pupuk kandang yang trlah dihancurkan, baru kemudian ditebarkan di atas bedengan. Benih juga ditebar pada larikan/barisan dengan yang telah dibuat sebelumnya. Larikan ini dibuat dengan jarak 10-15cm._Setelah benih disebar, segera ditutup dengan tanah halus setebal kurang lebih 1 cm, kemudian disiram hingga cukup basah. Waktu penanaman bayam paling baik adalah pada awal musim hujan (Oktober-November). Penyiraman : Tanaman bayam tidak menyukai keadaan tanah yang becek dan tergenang. Tanah yang becek akan membuat kondisi tanah menjadi lembab. Hal ini dapat merangsang tumbuhnya cendawan yang akan menyebabkan akar menjadi busuk. Sirkulasi udara di dalam tanah pun menjadi kurang baik. Namun, kesuburan tanah tetap harus dipertahankan agar tanaman bayam dapat tumbuh dengan baik. Salah satu cara yang harus dilakukan untuk mempertahankan kesuburan tanah adalah menjaga kecukupan air._Tanaman bayam yang masih muda (sampai 1 minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 liter air per m2 per hari. Sementara itu, menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 Liter per m2 per hari. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan menggunakan gembor dengan lubang halus. Hal ini karena air siraman yang terlalu deras atau kuat bisa merubuhkan tanaman bayam yang batangnya memang tak begitu kokoh. Penyiangan :   

No comments:

Post a Comment